Melatih disiplin dengan membuat jadwal harian

Penyusun : Rushdiana, S.Pd

Pandemi sudah melewati masa satu tahun, ada yang bisa bertahan dengan segala perubahan, ada yang berubah dengan perubahan, ada yang masih diam di tempat tanpa ada perubahan apa-apa. Dan ada yang berjalan, namun tidak tau harus berbuat apa.

Faktor psikologis telah mengubah mindset pada sebagian orang, khususnya bagi anak-anak. Anak-anak menjadi korban keadaan karena kurangnya informasi dan dukungan untuk menghadapi dan lebih bisa menjalani situasi saat ini dengan aturan yang benar-benar di terapkan. Contoh kita di larang tidak berkerumun, tapi karena stress berbulan-bulan di rumah, akhirnya tetap pergi dan bertemu teman-teman. Artinya secara tidak sadar kita sudah melanggar aturan yang di buat. Dengan dalih bahwa keadaan ini sudah lama, sehingga menjadi tidak apa-apa jika pergi sebentar. Akhirnya anak belajar mengabaikan. Orang tua lebih stress di bandingkan anak-anak, padahal anak belajar mengendalikan emosi dari perilaku orang tua.

Yuk ayah bunda, sama-sama kita belajar mengingatkan dan berbagi informasi, bagaimana cara agar kita bisa lebih santai dan menikmati kebersamaan dengan keluarga di rumah. Agar otak kita sehat, anak terarah dan terbentuk karakternya, pekerjaan di rumah pun akan lebih ringan dilakukan bersama.

Berikut trik yang harus kita pahami bersama, memahami diri sendiri, melalui peran kita dalam rumah. Sebagai orang tua harus lebih cermat bagaimana mengatur waktu saat bersama di waktu yang bersamaan.

  1. Ajak anak untuk berdiskusi melakukan hal-hal yang menyenangkan, libatkan aturan dalam keluarga untuk bersama menjabarkan tentang hak dan kewajiban saat belajar di rumah, bermain di rumah dan beraktivitas di rumah.
  2. Buat rancangan atau pembagian tugas apa yang harus di kerjakan selama menikmati kebersamaan di rumah. Rancangan pembagian tugas ditujukan untuk mengenalkan kepada anak melatih kepemimpinan.
  3. Jelaskan porsi masing-masing anak, beri tugas sesuai dengan usia dan kemampuannya. Misal kakak bertugas merapihkan kamar sendiri, menyapu dan mengepel lantai, adik bertugas membawa dan memasukan baju kotor kedalam keranjang baju, merapihkan mainan dan merapihkan buku saat sudah belajar atau memberi makan hewan peliharaan.
  4. Jika tugas sudah di sepakati, maka buatlah jadwal kegiatan sehari-hari.

Beri pengertian kepada anak, meski belajar dari rumah, kita harus tetap melakukan kebiasaan yang baik, kita buat jadwal untuk membantu kita mengingat apa yang harus kita lakukan di jam-jam yang kita lewati. Jelaskan juga manfaat nya mengapa kita melakukan kegiatan yang terjadwal. Supaya anak terlatih untuk disiplin tepat waktu, dan belajar menghargai waktu.

  • Biasanya untuk anak-anak yang belum terbiasa dengan pekerjaan dan rutinitas yang melatih kemandirian akan sulit di terapkan. Ayah bunda tidak usah panik dan khawatir, jika di selang waktu anak tiba-tiba merasa malas dan jenuh, berilah semangat dan dukungan. Kembali pada kesepakatan awal. Di point ini boleh di tambahkan reward dan punishment. Punishment yang dimaksudkan disini adalah melatih anak untuk bertanggung jawab atas tugas yang lalai dia kerjakan. Usahakan agar orang tua tidak membantu, atau membiarkan begitu saja, jika tugasnya tidak di kerjakan. ¬†Kembali lagi soal komitmen. Anak akan belajar arti tanggung jawab.
  • Tidak menunjukan kecemasan dan rasa lelah pada tugas yang di kerjakan di rumah, khususnya untuk para bunda harus pandai mengelolah kata dan emosi saat lelah karena anak akan lebih membaca perilaku saat orang tuanya menyukai atau tidak menyukai pekerjaan. Jangan sampai anak membaca ini , karena akan terekam seumur hidupnya.
  • Beri pujian jika tugas terlaksana dengan baik di satu harinya. Diskusikan dan tanyakan kegiatan seru yang di lakukan dari bangun tidur hingga menjelang tidur. Kegiatan ini membangun keakraban, melatih anak untuk berkomunikasi dan mengeluarkan pendapat. Perlu untuk ayah bunda ketahui, sesibuk apa pun jangan lupa untuk selalu memberikan pujian atas apa yang sudah di lakukan anak. Pujian akan membantu perkembangan psikologis anak, anak akan percaya diri, bangga dan mampu atas apa yang dia kerjakan.

Selamat mencoba ayah bunda, dan ingatlah guru terbaik adalah pengalaman. Berikan anak pengalaman-pengalaman berharga, di mulai dari rumahnya sendiri.