<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Artikel &#8211; HomeSchooling Sekolahku &#8211; HomeSchooling Terbaik di Depok, Jawa Barat &#8211; Indonesia</title>
	<atom:link href="https://sekolahku.sch.id/category/artikel/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sekolahku.sch.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Jun 2026 02:31:57 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://sekolahku.sch.id/wp-content/uploads/2024/08/cropped-sekolahku-favicon-32x32.png</url>
	<title>Artikel &#8211; HomeSchooling Sekolahku &#8211; HomeSchooling Terbaik di Depok, Jawa Barat &#8211; Indonesia</title>
	<link>https://sekolahku.sch.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Webinar HS Sekolahku Diusianya Sekarang, Anakku Belum Bisa Bicara: Memahami Akar Masalah Speech Delay Agar Tidak Terlambat Menanganinya</title>
		<link>https://sekolahku.sch.id/2026/06/17/webinar-hs-sekolahku-diusianya-sekarang-anakku-belum-bisa-bicara-memahami-akar-masalah-speech-delay-agar-tidak-terlambat-menanganinya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[HSSekolahku]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 17 Jun 2026 02:31:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#anakberkebutuhankhusus]]></category>
		<category><![CDATA[#speechdelay]]></category>
		<category><![CDATA[#webinargratis]]></category>
		<category><![CDATA[#webinarparenting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sekolahku.sch.id/?p=2120</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Anak seusianya sudah bisa mengucapkan banyak kata, tapi anak saya masih belum bisa bicara, kenapa ya?&#8221; Kalimat ini sering disertai rasa khawatir, bingung, bahkan perasaan bersalah yang dirasakan banyak orang tua. Ada yang berharap anak akan bisa bicara dengan sendirinya seiring bertambah usia, ada pula yang takut terlambat memberikan bantuan yang dibutuhkan. Padahal, speech delay [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Anak seusianya sudah bisa mengucapkan banyak kata, tapi anak saya masih belum bisa bicara, kenapa ya?&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kalimat ini sering disertai rasa khawatir, bingung, bahkan perasaan bersalah yang dirasakan banyak orang tua. Ada yang berharap anak akan bisa bicara dengan sendirinya seiring bertambah usia, ada pula yang takut terlambat memberikan bantuan yang dibutuhkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Padahal, speech delay bisa terjadi karena berbagai faktor. Penting bagi orang tua untuk memahami akar masalahnya agar anak mendapatkan penanganan yang tepat sejak dini bersama Webinar HS Sekolahku Diusianya Sekarang, Anakku Belum Bisa Bicara: Memahami Akar Masalah Speech Delay Agar Tidak Terlambat Menanganinya</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hari Rabu, 24 Juni 2026</p>



<p class="wp-block-paragraph">10.00-12.00 WIB</p>



<p class="wp-block-paragraph">Zoom Meeting </p>



<p class="wp-block-paragraph">Link Pendaftaran <a href="https://bit.ly/WebinarHS-0626" data-type="link" data-id="https://bit.ly/WebinarHS-0626">https://bit.ly/WebinarHS-0626</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendaftaran terakhir: 23 Juni 2026</p>



<p class="wp-block-paragraph">Mari pahami tanda-tanda speech delay, berbagai kemungkinan penyebabnya, serta langkah yang dapat dilakukan orang tua untuk mendukung perkembangan anak</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Daftar Webinar Sensory Processing Disorder: Strategi Mendukung Anak dengan Masalah Sensori Lebih Fokus dan Nyaman Belajar</title>
		<link>https://sekolahku.sch.id/2026/05/12/daftar-webinar-sensory-processing-disorder-strategi-mendukung-anak-dengan-masalah-sensori-lebih-fokus-dan-nyaman-belajar/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[HSSekolahku]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 May 2026 04:45:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[#anaksulitfokus]]></category>
		<category><![CDATA[#sensorik]]></category>
		<category><![CDATA[#webinargratis]]></category>
		<category><![CDATA[#webinarpendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sekolahku.sch.id/?p=2115</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Kenapa ya anakku nggak bisa duduk diam, susah fokus, dan gampang terdistraksi&#8221; Apakah karena anak sedang malas memperhatikan? Ternyata, salah satu penyebabnya karena anak sedang mengalami kesulitan dalam memproses rangsangan sensorik di sekitarnya. Hal ini yang bisa membuat anak jadi kesulitan menerima pembelajaran bila kebutuhan sensoriknya belum terpenuhi. Melalui webinar kali ini akan membahas solusinya! [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">&#8220;Kenapa ya anakku nggak bisa duduk diam, susah fokus, dan gampang terdistraksi&#8221;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Apakah karena anak sedang malas memperhatikan? Ternyata, salah satu penyebabnya karena anak sedang mengalami kesulitan dalam memproses rangsangan sensorik di sekitarnya.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal ini yang bisa membuat anak jadi kesulitan menerima pembelajaran bila kebutuhan sensoriknya belum terpenuhi.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui webinar kali ini akan membahas solusinya!</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sensory Processing Disorder: Strategi Mendukung Anak dengan Masalah Sensori Lebih Fokus dan Nyaman Belajar</p>



<p class="wp-block-paragraph">Senin, 25 Mei 2026 </p>



<p class="wp-block-paragraph">10.00-12.00 WIB</p>



<p class="wp-block-paragraph">Zoom Meeting</p>



<p class="wp-block-paragraph">Link Pendaftaran <a href="https://bit.ly/WebinarHS-0526">https://bit.ly/WebinarHS-0526</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Terakhir pendaftaran 24 Mei 2026</p>



<p class="wp-block-paragraph">Karena anak yang merasa nyaman pada tubuh dan lingkungannya, akan lebih mudah belajar, memahami, dan berkembang</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Daftar Webinar Mengenal Diskalkulia: Tantangan yang Dihadapi Anak dalam Menghitung dan Berhitung</title>
		<link>https://sekolahku.sch.id/2025/07/17/daftar-webinar-mengenal-diskalkulia-tantangan-yang-dihadapi-anak-dalam-menghitung-dan-berhitung/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Homeschooling Sekolahku]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Jul 2025 01:00:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[#diskalkulia]]></category>
		<category><![CDATA[#kesulitanbelajar]]></category>
		<category><![CDATA[#kesulitanmatematika]]></category>
		<category><![CDATA[#kesulitanmenghitung]]></category>
		<category><![CDATA[#webinarpendidikan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sekolahku.sch.id/?p=2093</guid>

					<description><![CDATA[Anak sering salah hitung, bingung dengan angka, atau kesulitan memahami soal matematika? Ini bisa jadi tanda diskalkulia, yaitu gangguan belajar spesifik yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam memahami konsep matematika. Namun, orang tua maupun pendidik perlu mengetahui lebih lanjut tentang diskalkulia agar mendapat insight baru dalam Webinar HS Sekolahku pada : Selasa, 29 Juli 2025 10.00 [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Anak sering salah hitung, bingung dengan angka, atau kesulitan memahami soal matematika?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ini bisa jadi tanda diskalkulia, yaitu gangguan belajar spesifik yang memengaruhi kemampuan seseorang dalam memahami konsep matematika. Namun, orang tua maupun pendidik perlu mengetahui lebih lanjut tentang diskalkulia agar mendapat insight baru dalam Webinar HS Sekolahku pada :</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selasa, 29 Juli 2025</p>



<p class="wp-block-paragraph">10.00 &#8211; 12.00 WIB</p>



<p class="wp-block-paragraph">Via Zoom Meeting</p>



<p class="wp-block-paragraph">Link Pendaftaran : <a href="http://bit.ly/WebinarHS0725" data-type="link" data-id="bit.ly/WebinarHS0725">bit.ly/WebinarHS0725</a></p>



<p class="wp-block-paragraph">Daftar sekarang dan bantu anak belajar dengan cara yang sesuai!</p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>ADAPTASI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS SETELAH LIBUR PANJANG</title>
		<link>https://sekolahku.sch.id/2025/07/16/adaptasi-anak-berkebutuhan-khusus-setelah-libur-panjang/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Homeschooling Sekolahku]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 16 Jul 2025 07:52:22 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#anakberkebutuhankhusus]]></category>
		<category><![CDATA[#liburan]]></category>
		<category><![CDATA[#liburpanjang]]></category>
		<category><![CDATA[#rutinitas]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sekolahku.sch.id/?p=2090</guid>

					<description><![CDATA[Liburan panjang seringkali mengubah rutinitas anak. Ada yang jadi tidur lebih malam, aktivitasnya lebih bebas atau bahkan kehilangan struktur harian. Ketika sekolah kembali dimulai, banyak anak mengalami semacam kejutan tapi untuk anak-anak berkebutuhan khusus, transisi ini bisa memiliki dampak yang lebih besar. Perubahan rutinitas, lingkungan dan ekspektasi bisa memicu stress, kecemasan bahkan penolakan. Beberapa anak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Liburan panjang seringkali mengubah rutinitas anak. Ada yang jadi tidur lebih malam, aktivitasnya lebih bebas atau bahkan kehilangan struktur harian. Ketika sekolah kembali dimulai, banyak anak mengalami semacam kejutan tapi untuk anak-anak berkebutuhan khusus, transisi ini bisa memiliki dampak yang lebih besar.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perubahan rutinitas, lingkungan dan ekspektasi bisa memicu stress, kecemasan bahkan penolakan. Beberapa anak mungkin tidak bisa mengungkapkan perasaan mereka secara jelas tapi kita bisa melihat sinyalnya dai perubahan perilaku, suasana hati dan reaksi fisik mereka.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jadi kita tidak bisa anggap remeh awal masuk sekolah ini. Kita perlu bantu mereka beradaptasi secara perlahan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pembiasaan harus tetap dilaksanakan dan diterapkan kepada anak, tentu saja dimulai dari orang tua yang memegang peran besar dirumah. Peran ini sungguh sangat krusial bagi anak berkebutuhan khusus dalam menghadapi masa transisinya. Berikut adalah beberapa beberapa peran yang dilakukan orang tua dirumah :&nbsp;</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Mulailah dengan membangun kembali rutinitas sederhana. </li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Rutinitas sederhana ini dapat dimulai dengan waktu 1 minggu sebelum aktivitas bersekolah dimulai misalnya dengan mengatur jam tidur, jam makan dan waktu belajar dirumah yang perlahan-lahan disesuaikan dengan kebutuhan anak.&nbsp;</p>



<ol start="2" class="wp-block-list">
<li>Libatkan anak dalam mempersiapkan sekolahnya. </li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Memberi peran pada anak untuk tugas yang sistematis dan pasti dibutuhkan olehnya juga merupakan cara yang bisa dilakukan orang tua. Misalnya minta memeriksa kembali tas sekolahnya, minta ia ikut menyampul bukunya atau minta anak untuk membersihkan sepatunya.&nbsp;</p>



<ol start="3" class="wp-block-list">
<li>Beri dukungan emosional</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Validasi rasa takut, malas atau cemas pada anak dengan tepat. Ini sangat dibutuhkan untuk memberikan rasa penerimaan dalam dirinya. Selain itu, ini juga menunjukkan bahwa kamu mengerti akan keadaannya dan siap membantu.&nbsp;</p>



<ol start="4" class="wp-block-list">
<li>Berikan penguatan positif</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Cara termudah dalam menunjukan perhatian kepada anak berkebutuhan khusus adalah dengan memberikan apresiasi kepada mereka. Penguatan dengan pujian adalah apresiasi yang sangat mungkin diterapkan oleh orang tua dan keluarga terdekat si anak.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Setelah peran orang tua dirumah, maka guru di sekolah juga memegang peran penting dalam memberikan motivasi pada anak berkebutuhan khusus dalam mencapai keadaan terbaiknya menghadapi dunia persekolahan lagi, beberapa hal yang dapat dilakukan oleh guru adalah :&nbsp;</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Awali dengan observasi dan pendekatan yang lembut, bukan dengan tuntutan yang tinggi </li>



<li>Buat suasana kelas yang terstruktur dan fleksibel agar anak anak bisa perlahan menyesuaikan diri </li>



<li>Komunikasikan dengan orang tua tentang kondisi anak selama libur dan perhatikan perubahan yang muncul</li>



<li>Sediakan aktivitas yang menyenangkan dan ringan pada minggu awal sekolah sebelum ia memasuki rutinitas nya yang padat </li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Kesimpulan&nbsp;</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap anak punya cara dan waktu yang berbeda dalam beradaptasi dengan berbagai situasi dan keadaan. Untuk anak anak berkebutuhan khusus, waktu dan dukungan yang dibutuhkan mungkin lebih besar dan itu adalah hal yang sangat wajar. Tujuan utama dalam menerima dan mengikuti Pendidikan di sekolah juga adalah meningkatkan kemampuan diri dalam menghadapi situasi sekitar, jadi hubungan antar sekolah dan orang tua juga dapat menciptakan ruang yang bisa dipahami, dirasakan dan diikuti oleh semua anak dengan cara mereka masing-masing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Dory Agustia Rantawi, S.Pd</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rasa Bosan dalam Kegiatan Belajar. Bagaimana Mengatasinya?</title>
		<link>https://sekolahku.sch.id/2025/01/27/rasa-bosan-dalam-kegiatan-belajar-bagaimana-mengatasinya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Homeschooling Sekolahku]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Jan 2025 04:32:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[#belajar]]></category>
		<category><![CDATA[#bosanbelajar]]></category>
		<category><![CDATA[#tipsbelajar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sekolahku.sch.id/?p=2079</guid>

					<description><![CDATA[Imarotul Masiroh, S.Psi Contoh kasus: R adalah siswa kelas 11. Akhir-akhir ini R sering merasa bosan dalam kegiatan belajar sehingga mempengaruhi performa akademiknya. Rentang konsentrasi R menjadi menurun begitupun dengan kemampuan ia memahami pelajaran.&#160; Rasa bosan dalam tingkatan tertentu merupakan suatu hal yang wajar dialami saat kita melakukan kegiatan yang membutuhkan pengulangan atau cenderung monoton. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Imarotul Masiroh, S.Psi</strong><br></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Contoh kasus:</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">R adalah siswa kelas 11. Akhir-akhir ini R sering merasa bosan dalam kegiatan belajar sehingga mempengaruhi performa akademiknya. Rentang konsentrasi R menjadi menurun begitupun dengan kemampuan ia memahami pelajaran.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Rasa bosan dalam tingkatan tertentu merupakan suatu hal yang wajar dialami saat kita melakukan kegiatan yang membutuhkan pengulangan atau cenderung monoton. Pengulangan dalam kegiatan belajar biasanya tidak bisa dihindari dan memang perlu dilakukan untuk meningkatkan pemahaman. Namun, rasa bosan bisa berdampak besar jika tidak ditangani. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa kita lakukan untuk mengatasi rasa bosan dalam kegiatan belajar.</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Batasi screen time, video games dan penggunaan smartphone</strong></li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Seiring berkembang pesatnya dunia digital, kita seakan-akan memiliki pilihan yang tidak terbatas untuk mencari berbagai jenis informasi, film, musik, games dan berbagai konten lainnya. Hampir setiap saat ada hal yang baru dan menarik sehingga membuat kita enggan untuk melepas smartphone. Stimulasi yang berlebihan inilah yang membuat kita merasa mudah bosan pada aktivitas sederhana dan membutuhkan konsentrasi yang tinggi.&nbsp;</p>



<ol start="2" class="wp-block-list">
<li><strong>Buat tujuan yang terukur</strong></li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Menyusun tujuan yang terukur membuat kita lebih terarah sehingga meningkatkan konsentrasi. Buatlah tujuan belajar yang paling mungkin untuk dicapai agar kita lebih termotivasi. Sebagai contoh: Dalam 20 menit saya akan mencoba memahami perbedaan antara kalimat langsung dan tidak langsung.&nbsp;</p>



<ol start="3" class="wp-block-list">
<li><strong>Memahami alasan belajar</strong></li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Seringkali kita lupa dengan alasan kita untuk melewati proses belajar. Jika alasan tersebut hanya berkaitan dengan agar lulus ujian, maka kita akan cenderung mudah merasa puas. Namun, jika kita mengingat tujuan jangka panjang hal ini akan lebih memberikan gambaran yang lebih nyata mengapa kita harus melalui proses ini.</p>



<ol start="4" class="wp-block-list">
<li><strong>Menjadi kreatif</strong></li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Jadikanlah rasa bosan sebagai tantangan bagi kita untuk menjadi lebih kreatif. Gunakan media belajar yang bervariasi, berikan reward untuk diri sendiri, cari lingkungan yang nyaman atau bisa juga mencari teman atau komunitas.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses belajar adalah suatu proses yang tidak selamanya mudah. Sehingga, sangat wajar jika kita melewati proses belajar dengan berbagai tantangan. Namun, jika kita hanya mau belajar saat kita merasa semua aspek sempurna, itu justru akan menjadi hambatan. Cobalah untuk terus melakukan proses belajar dalam berbagai situasi. Berusahalah untuk fleksibel dengan target belajar namun tetap konsisten. Jika proses belajar sudah menjadi bagian tidak terpisahkan dalam kehidupan kita, maka rasa bosan akan lebih mudah ditangani.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
