<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#dirumahaja &#8211; HomeSchooling Sekolahku &#8211; HomeSchooling Terbaik di Depok, Jawa Barat &#8211; Indonesia</title>
	<atom:link href="https://sekolahku.sch.id/tag/dirumahaja/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sekolahku.sch.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 19 Jul 2021 04:08:46 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://sekolahku.sch.id/wp-content/uploads/2024/08/cropped-sekolahku-favicon-32x32.png</url>
	<title>#dirumahaja &#8211; HomeSchooling Sekolahku &#8211; HomeSchooling Terbaik di Depok, Jawa Barat &#8211; Indonesia</title>
	<link>https://sekolahku.sch.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Strategi Untuk Meningkatkan Konsentrasi Siswa</title>
		<link>https://sekolahku.sch.id/2021/07/19/strategi-untuk-meningkatkan-konsentrasi-siswa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[HSSekolahku]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2021 04:07:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#dirumahaja]]></category>
		<category><![CDATA[anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[belajar di rumah aja]]></category>
		<category><![CDATA[child education]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[konsentrasi anak]]></category>
		<category><![CDATA[konsentrasi belajar]]></category>
		<category><![CDATA[masalah anak]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan anak]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan anak]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi anak]]></category>
		<category><![CDATA[saran belajar anak]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah anak]]></category>
		<category><![CDATA[siswa]]></category>
		<category><![CDATA[tips belajar anak]]></category>
		<category><![CDATA[zoom]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sekolahku.sch.id/?p=587</guid>

					<description><![CDATA[Penyusun : Imarotul Masiroh S.Psi Beberapa anak mungkin mengalami hambatan dalam memusatkan perhatian. Khususnya pada kegiatan belajar atau aktivitas yang &#160;mungkin mereka kurang minati atau dianggap terlalu sulit. Sebaliknya, saat dihadapkan pada aktivitas yang mereka sukai dan menantang anak-anak cenderung akan lebih mudah memusatkan perhatian. Berikut ini beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk membantu siswa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Penyusun : Imarotul Masiroh S.Psi</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong></strong><strong> </strong>Beberapa anak mungkin mengalami hambatan dalam memusatkan perhatian. Khususnya pada kegiatan belajar atau aktivitas yang &nbsp;mungkin mereka kurang minati atau dianggap terlalu sulit. Sebaliknya, saat dihadapkan pada aktivitas yang mereka sukai dan menantang anak-anak cenderung akan lebih mudah memusatkan perhatian. Berikut ini beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk membantu siswa untuk lebih fokus.</p>



<ul class="wp-block-list" type="1"><li><strong>Melibatkan <em><strong><em>Physical Activity</em></strong></em></strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Aktivitas fisik sederhana bisa diberikan sebelum kegiatan belajar yang membutuhkan siswa untuk memusatkan perhatian secara penuh<em>. &nbsp;Ice breaking</em>, senam, berjalan-jalan di sekitar rumah bisa menjadi beberapa contoh aktivitas yang bisa dipraktikkan.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Hilangkan distraktor</strong><strong></strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Rentang waktu konsentrasi anak memang bervariasi. Tidak selamanya usia dapat menjadi acuan. Masing-masing anak juga mungkin memiliki distraktor yang berbeda. Sehingga menciptakan lingkungan yang tenang dan tidak menempatkan barang yang mungkin akan menarik perhatian mereka seperti <em>gadget</em>&nbsp;dan benda favorit perlu untuk dilakukan.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Membagi materi pelajaran atau tugas menjadi beberapa bagian</strong><strong></strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Memecah materi pelajaran dan tugas menjadi beberapa bagian, akan membantu anak-anak untuk fokus pada area yang lebih kecil sehingga memotivasi mereka untuk terlibat secara penuh. Terkadang anak-anak tidak menyampaikan jika mereka kewalahan dengan materi pelajaran yang diberikan. Sehingga perlu dilakukan observasi yang mendalam untuk mengetahui sejauh mana mereka dapat belajar dengan optimal.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Memberikan waktu istirahat secara berkala</strong><strong></strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan memahami rentang konsentrasi siswa, strategi memberikan waktu istirahat secara berkala dapat diberikan dengan jauh lebih tepat. Menginformasikan berapa lama kegiatan belajar akan berlangsung akan membantu siswa mengetahui tentang batasan waktu mereka untuk fokus. Jeda di antara pelajaran dapat diisi dengan <em>snack time </em>atau <em>mini games</em>.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Memahami gaya belajar siswa</strong><strong></strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Saat siswa diberikan cara pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajarnya, akan membantu mereka lebih tertarik dengan kegiatan belajar sehingga dapat menyerap informasi yang disampaikan dengan lebih baik.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Meningkatkan Kecerdasan Interpersonal Anak Walau #DiRumahAja</title>
		<link>https://sekolahku.sch.id/2021/07/13/meningkatkan-kecerdasan-interpersonal-anak-walau-dirumahaja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[HSSekolahku]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2021 05:27:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#dirumahaja]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[child education]]></category>
		<category><![CDATA[covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi belajar anak]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan interpersonal]]></category>
		<category><![CDATA[orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan anak]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan anak]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi anak]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sekolahku.sch.id/?p=585</guid>

					<description><![CDATA[Penyusun : Afifah Nurul Karimah, S.Psi Seperti yang kita ketahui bersama, pandemi COVID-19 membuat interaksi sosial terbatas secara fisik. Anak-anak mulai melakukan rutinitas belajar di rumah saja, berinteraksi hanya sebatas via media online seperti zoom atau google meet, namun di sisi lain, kebutuhan dan urgensi interaksi sosial dalam mengembangkan kemampuan sosial serta kecerdasan interpersonal juga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Penyusun : Afifah Nurul Karimah, S.Psi</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang kita ketahui bersama, pandemi COVID-19 membuat interaksi sosial terbatas secara fisik. Anak-anak mulai melakukan rutinitas belajar di rumah saja, berinteraksi hanya sebatas via media online seperti zoom atau google meet, namun di sisi lain, kebutuhan dan urgensi interaksi sosial dalam mengembangkan kemampuan sosial serta kecerdasan interpersonal juga tidak bisa dilepaskan begitu saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kecerdasan interpersonal ini merupakan salah satu dari kecerdasan majemuk yang sangat penting dalam perkembangan anak.  Kecerdasan interpersonal yang berhasil akan membuat anak mampu mengembangkan keterampilan interaksi dengan orang lain secara positif, dalam hal ini aspek sosial dan emosi sangatlah memengaruhi.Perkembangan sosial emosi banyak membantu anak dalam menjalin relasi sosial, kegiatan bermain dan juga bersosialisasi (Tatminingsih, 2019). </p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengingat pentingnya perkembangan dalam peningkatan kecerdasan interpersonal ini menjadi catatan khusus bagi para pendidik dan juga orangtua untuk saling bekerjasama. Dengan terbatasnya interaksi, tidak seharusnya menjadi alasan untuk tidak berupaya optimal mengembangkannya demi masa depan anak yang lebih baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa strategi yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Lebih banyak menstimulasi kegiatan belajar di rumah dengan strategi bermain. Kegiatan bermain dapat mendorong anak untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi baik secara verbal dan non-verbal, meningkatan kemampuan dalam mengatasi konflik, belajar menjalani peran, melihat sudut pandang orang lain juga bernegosiasi. Walaupun misalnya sulit dilakukan bersama teman sebaya secara langsung, kegiatan ini bisa dilakukan via media online seperti zoom atau bersama orangtua, kakak/adik secara langsung di rumah.</li><li>Pendidik memberikan tugas belajar di rumah yang bersifat project-based learning, sehingga anak akan mengembangkan keterampilan dalam kepercayaan dirinya serta mendorong anak untuk bertanya/berbicara lebih banyak terhadap orang lain dalam mengungkapkan ide atau gagasannya.</li><li>Mengajak ananda untuk menggambar dengan ragam metode. Dalam menggambar, anak bisa mengekspresikan emosinya secara bebas. Minta anak untuk menjelasksan apa maksud atau cerita dari gambar yang ia buat.</li><li>Memperbanyak kelekatan waktu yang intensif dan berkualitas dengan anak di rumah perlu untuk dilakukan oleh orangtua. Hal ini menjadi penting karena, dalam keadaan harus #dirumaaja, anak hanya memiliki teman secara langsung yaitu anggota keluarganya, dalam hal ini orangtua berperan utama dalam berkontribusi aktif mengembangkan kemampuan sosial-emosinya.</li><li>Orangtua perlu untuk berkomunikasi aktif dan bekerjasama dengan guru untuk saling menemukan solusi terbaik dalam meningkatkan kecerdasan interpersonal anak.</li></ol>



<p class="wp-block-paragraph"> </p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
