<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>#homeschoolinganakberkebutuhankhusus &#8211; HomeSchooling Sekolahku &#8211; HomeSchooling Terbaik di Depok, Jawa Barat &#8211; Indonesia</title>
	<atom:link href="https://sekolahku.sch.id/tag/homeschoolinganakberkebutuhankhusus/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sekolahku.sch.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 27 Aug 2024 09:04:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://sekolahku.sch.id/wp-content/uploads/2024/08/cropped-sekolahku-favicon-32x32.png</url>
	<title>#homeschoolinganakberkebutuhankhusus &#8211; HomeSchooling Sekolahku &#8211; HomeSchooling Terbaik di Depok, Jawa Barat &#8211; Indonesia</title>
	<link>https://sekolahku.sch.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tips Mengajarkan Uang Pada Anak Sesuai Dengan Usianya</title>
		<link>https://sekolahku.sch.id/2024/08/27/tips-mengajarkan-uang-pada-anak-sesuai-dengan-usianya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[HSSekolahku]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Aug 2024 09:03:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#homeschoolinganakberkebutuhankhusus]]></category>
		<category><![CDATA[#homeschoolingindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[#tipsmengajarkanuangkepadaanak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sekolahku.sch.id/?p=1616</guid>

					<description><![CDATA[Mengelola uang merupakan salah satu konsep yang perlu diajarkan dan diperkenalkan pada anak sejak dini. Maka dari itu, mengetahui bagaimana dan kapan anak mulai diajarkan mengelola uang pun dapat mengasah keterampilannya dalam banyak hal.&#160; Kunci dalam mengajarkan anak tentang uang terletak pada pengamatan kesiapan anak dalam beberapa hal. Mengajarkan pengelolaan uang pada anak pun tidak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Mengelola uang merupakan salah satu konsep yang perlu diajarkan dan diperkenalkan pada anak sejak dini. Maka dari itu, mengetahui bagaimana dan kapan anak mulai diajarkan mengelola uang pun dapat mengasah keterampilannya dalam banyak hal.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kunci dalam mengajarkan anak tentang uang terletak pada pengamatan kesiapan anak dalam beberapa hal. Mengajarkan pengelolaan uang pada anak pun tidak bisa dilakukan secara instan atau terburu-buru. Penting untuk tetap memperhatikan kemampuan anak dan juga tahap usianya. Hal yang penting adalah melakukan praktek pelajaran tentang uang (money lesson) yang praktis dan sederhana. Dengan demikian, sedikit demi sedikit secara bertahap anak bisa mulai mengenali pentingnya nilai uang, cara bijak mengatur pengeluaran, hingga konsep menabung.</p>



<p class="wp-block-paragraph">1. Usia 2-3 tahun</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anak-anak yang usianya masih sangat muda mungkin tidak akan sepenuhnya memahami nilai uang, tetapi mereka dapat mulai diperkenalkan tentang hal ini. Salah satu cara menyenangkan untuk melakukannya adalah dengan mempelajari nama-nama koin.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anak – anak&nbsp; dapat menjiplak bagian luar berbagai koin dan mewarnai bentuknya. Kemudian ajak anak untuk mencocokkan koin dengan gambar, sambil mendiskusikan nama masing-masing.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain bermain koin, ajak juga anak bermain pretend play ala pelayan toko. Perkenalkan transaksi jual beli, yakni misalnya menukar uang mainan dengan barang. Anak akan mulai memahami dasar-dasar perdagangan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">2. Usia 4-5 tahun</p>



<p class="wp-block-paragraph">Orang tua&nbsp; dapat mulai mengajak anak lebih aktif mengenal uang dengan pergi ke supermarket bersama. Minta mereka untuk mengambil barang sesuai catatan belanja. Ini akan membuat mereka merasa seperti sedang membantu, sekaligus mengenalkan konsep berbelanja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">3. Usia 6-8 tahun</p>



<p class="wp-block-paragraph">Anak-anak berusia antara 6 hingga 8 tahun biasanya sudah mulai memahami cara kerja uang. Orang tua mulai dapat memperkenalkan konsep menabung dan bahkan bisa mengajak anak untuk membuka rekening tabungan sendiri.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sampaikan pada anak bahwa dengan menyisihkan uang dan menabung, mereka berarti memiliki simpanan uang untuk di kemudian hari. Ketika anak mulai mendapatkan uang saku, mereka secara perlahan juga dapat memahami dan menyisihkan uangnya tanpa perlu dipaksa oleh orang tua.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">4. Usia 9-12 tahun</p>



<p class="wp-block-paragraph">Memasuki usia 9 hingga 12 adalah waktu yang tepat untuk membuat anak berpikir lebih kompleks tentang nilai uang. Salah satu cara untuk melakukannya adalah dengan membandingkan harga saat berbelanja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Jangan lupa juga untuk mengajarkan anak mempertimbangkan kualitasnya. Kemudian, diskusikan perbedaannya dan putuskan bersama apakah nama merek tersebut sepadan dengan harga yang ditawarkan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">5. 13-15 tahun</p>



<p class="wp-block-paragraph">Ketika anak-anak mencapai usia praremaja, penting untuk mulai mengenalkan konsep anggaran. Misalnya dengan mengelola uang sakunya sendiri. Beri kesempatan bagi anak untuk mengatur penggunaannya untuk makan siang, perlengkapan sekolah, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh sebab itu, orang tua dapat membantu anak membuat anggaran dengan terlebih dahulu mendiskusikan keinginan dan kebutuhan mereka.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain langkah-langkah di atas, ada beberapa tips penting lain yang juga berkaitan dengan konsep pengenalan uang dan pengeluaran, diantaranya :&nbsp;</p>



<ul class="wp-block-list">
<li>Biasakan anak untuk sabar menunggu, tidak bisa semua hal yang mereka inginkan bisa langsung dibeli</li>



<li>Perkenalkan juga tentang konsep donasi dan sedekah</li>



<li>Menceritakan bahwa seseorang perlu berusaha untuk bisa mendapatkan uang. Ini akan membantu anak lebih menghargai nilai uang.</li>
</ul>



<p class="wp-block-paragraph">Demikian cara-cara mengenalkan uang kepada anak sesuai dengan tahap usianya. Bukan hal yang mudah dan instan, diperlukan kesabaran untuk melakukannya agar anak dapat mengerti tanpa paksaan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal yang tak kalah penting, pastikan orang tua memberikan contoh baik bagi ananda. Contohnya yakni dengan menunjukkan tentang kebiasaan menabung dan tidak boros saat berbelanja. Semoga ulasan ini bermanfaat, Bunda.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh: Siti Purwanti</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>4 Peran Shadow Teacher di Sekolah Inklusi Negeri dan Swasta</title>
		<link>https://sekolahku.sch.id/2024/08/27/4-peran-shadow-teacher-di-sekolah-inklusi-negeri-dan-swasta/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[HSSekolahku]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Aug 2024 08:45:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#gurukreatif]]></category>
		<category><![CDATA[#homeschoolinganakberkebutuhankhusus]]></category>
		<category><![CDATA[#homeschoolingindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[#pendidikaninklusi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sekolahku.sch.id/?p=1612</guid>

					<description><![CDATA[Guru adalah instrumen yang menunjang proses belajar mengajar dikelas untuk mencapai tujuan pendidikan dalam jangka panjang bahkan nasional dan mencapai tujuan pembelajaran dalam jangan pendek. Keberadaan guru dikelas untuk memfasilitasi siswa dalam belajar dan menjadi sentral pembelajaran. Konsep tak tertulis ini menjadi sebuah wujud dari Teacher Centris dalam dunia pendidikan namun saat ini kurikulum disekolah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Guru adalah instrumen yang menunjang proses belajar mengajar dikelas untuk mencapai tujuan pendidikan dalam jangka panjang bahkan nasional dan mencapai tujuan pembelajaran dalam jangan pendek. Keberadaan guru dikelas untuk memfasilitasi siswa dalam belajar dan menjadi sentral pembelajaran. Konsep tak tertulis ini menjadi sebuah wujud dari Teacher Centris dalam dunia pendidikan namun saat ini kurikulum disekolah negeri dan swasta berpedoman pada Kurikulum Merdeka dan salah keunggulan nya juga menjadikan kegiatan belajar mengajar yang bersifat Student Centris.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bagi peserta didik dengan kebutuhan khusus, tujuan pembelajaran dan pendidikan yang dijelaskan diatas menjadi cukup sulit karena adanya kriteria penilaian dan pengembangan diri yang berkelas. Dicontohkan pada sebuah case yang sangat sering terjadi dilingkungan sekolah baik di negeri atau swasta, hadirnya Peserta didik berkebutuhan khusus atau peserta didik inklusi adalah sebuah pelayanan pembelajaran yang bersifat kontinuitas.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sebuah bentuk kerjasama yang sudah sangat lumrah di setiap jenjang pendidikan untuk memberikan pelayanan dan fasilitas pendidikan untuk mencapai siswa yang berdaya saing, cakap, terampil dan berkemampuan optimal untuk kepentingan nya dalam menyambut masa datang. Keberadaan Shadow teacher akan sangat mendukung keberadaan siswa inklusi di sekolah jika ingin menjadikan tujuan pendidikan dan tujuan pembelajaran dapat dicapai dengan efisiensi yang nyata. Berikut peran shadow teacher yang dapat disimak bersama&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">1. Mengarahkan siswa pada kemandirian&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Usia peserta didik dan jenjang pendidikan itu adalah 2 hal yang patut diperhatikan, alasan utamanya adalah perkembangan usia nya akan menjadi ukuran perkembangan kemampuan individual yang ia miliki, namun bagi peserta didik dengan kebutuhan khusus akan menjadi sebuah tantangan berat. Ketika ia menginjak usia remaja namun dengan perkembangan mental dan usianya masih dibawah dari usia fisiknya, maka bagi guru disekolah akan mengajarkan kemampuan akademis dan bersinergi dengan shadow teacher yang juga akan membantu mengarahkan peserta didik berkebutuhan khusus untuk mencapai kemandirian yang ia butuhkan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">2. Membantu anak mengelola dan mengatur perilaku&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Perilaku adalah sebuah cerminan diri seorang peserta didik. Pada sudut pandang sederhana kita akan memberikan pandangan bahwa &#8220;seseorang dikatakan belajar ketika adanya perubahan perilaku&#8221;. Istilah yang sederhana ini merujuk pada kompetensi diri masing-masing peserta didik dalam belajar yang sifat nya student centris.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pemusatan pembelajaran pada siswa dengan gaya mandiri dan mudah literasi ini lah yang menjadi peran bagi shadow teacher untuk membantu anak mengelola dan mengatur perilaku nya disekolah inklusi agar dapat melakukan perilaku yang lebih adaptif pada teman dan guru serta warga sekolah lainnya agar sesuaihb dengan tata aturan yang ada disekolah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">3. Mengembangkan lingkungan belajar yang menyenangkan&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Distraksi peserta didik kebutuhan khusus bisa terjadi dengan berbagai banyak cara. Lingkungan yang adaptif pada siswa dan kegiatan belajar yang menyenangkan juga akan membantu siswanya dalam menerima transfer ke ilmuan&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peran shadow teacher dalam hal ini adalah melakukan modifikasi pada lingkungan dan tatanan kelas. Misalnya peserta didik berkebutuhan khusus mendapat kursi dibagian depan dekat dengan guru dan memberikan informasi pada setiap guru mapel yang akan bersinggungan dengan peserta didik dengan kebutuhan khusus ini agar dapat melakukan treatment sederhana ketika terjadi distraksi saat belajar&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">4. Menawarkan Prompt sesuai kebutuhan siswa&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peserta didik berkebutuhan khusus yang ada disekolah inklusi negeri akan menjadi sulit jika ia tidak dipahami dan dimengerti oleh lingkungan sekitarnya. Kendala yang terjadi pada diri sendiri pun akan sulit ia sampaikan kepada lingkungannya, oleh sebab itu guru mata pelajaran dan shadow teacher berhak untuk memberikan informasi kepada guru yang bersangkutan agar memberikan treatment dengan tepat.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Prompt ini lah yang juga dapat digunakan oleh guru mata pelajaran sebagai sebuah metode untuk dapat mengakomodir kebutuhan peserta didik kebutuhan khusus dengan tepat dan optimal.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh: Dory Agustia, S.Pd</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Memperkenalkan Hubungan yang Sehat pada Remaja</title>
		<link>https://sekolahku.sch.id/2024/08/27/memperkenalkan-hubungan-yang-sehat-pada-remaja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[HSSekolahku]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Aug 2024 08:12:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#guruinovatif]]></category>
		<category><![CDATA[#homeschoolinganakberkebutuhankhusus]]></category>
		<category><![CDATA[#homeschoolingindonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sekolahku.sch.id/?p=1608</guid>

					<description><![CDATA[Masa remaja adalah masa dimana perasaan suka ke lawan jenis mulai tumbuh. Selain itu, di masa ini remaja juga cenderung lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman-teman sebayanya dibandingkan dengan orang tua. Tanpa bekal dan bimbingan yang cukup dari orang tua, remaja dapat mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan yang sehat. Orang tua diharapkan terus berusaha untuk [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Masa remaja adalah masa dimana perasaan suka ke lawan jenis mulai tumbuh. Selain itu, di masa ini remaja juga cenderung lebih banyak menghabiskan waktu bersama teman-teman sebayanya dibandingkan dengan orang tua. Tanpa bekal dan bimbingan yang cukup dari orang tua, remaja dapat mengalami kesulitan dalam menjalin hubungan yang sehat. Orang tua diharapkan terus berusaha untuk mengetahui bagaimana perkembangan kehidupan sosial remaja.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Komunikasi yang terbuka </strong>adalah kunci utama dalam membekali kemampuan remaja menjalin hubungan yang sehat. Usahakan untuk menanamkan sejak dini bahwa orang tua adalah tempat yang aman bagi mereka untuk bercerita tentang hal-hal yang terjadi dalam kehidupannya. Usahakan orang tua dapat menjadi pendengar yang baik, yang tidak tergesa-gesa menghakimi namun tidak juga mengabaikan. Sampaikan kekhawatiran orang tua agar remaja mengetahui dan bahwa orang tua menerapkan berbagai aturan karena alasan tertentu. Sebagai contoh ketika orang tua menerapkan cara berpakaian kepada anaknya, sampaikanlah “Ibu menerapkan cara berpakaian bukan karena ingin mengekangmu, tapi karena ibu khawatir dan ingin melindungimu.”</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Tumbuhkan self-worth, </strong>dalam kehidupan remaja seringkali terdapat persaingan dalam berbagai bidang. Tanpa bimbingan yang tepat persaingan ini dapat memicu rasa rendah diri atau sebaliknya. Sehingga seakan muncul semacam kategori siswa populer dan tidak. Sehingga mempengaruhi bagaimana mereka diperlakukan atau memperlakukan orang lain. Sampaikan kepada remaja bahwa mereka berhak dicintai dan diperlakukan dengan baik tanpa melihat latar belakang apapun. Sehingga mereka tidak akan bingung ketika dihadapkan pada perilaku-perilaku yang merugikan dari temannya. Begitupun sebaliknya sampaikan bahwa orang lainpun berhak diperlakukan dengan baik oleh mereka. Hal ini jika berhasil ditumbuhkan maka remaja akan terhindar dari bullying atau menjadi pelaku pembuli.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Tanamkan sikap-sikap positif </strong>agar anak mampu menunjukkan perilaku yang tepat dan juga mengetahui jika seseorang bertindak tidak tepat kepadanya. Sampaikanlah pentingnya <strong>kejujuran, membuat batasan, saling menghormati, kepercayaan, dll. </strong>Selain itu, sampaikan juga bagaimana ciri-ciri hubungan yang tidak sehat. Gunakanlah contoh dalam kehidupan sehari-hari untuk mempermudah pemahaman mereka. Manusia adalah mahluk sosial yang akan selalu butuh orang lain. Bantulah anak remaja menjadi individu dengan berbagai sikap positif sehingga mempermudah dirinya dalam menjalin relasi dengan orang lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Oleh: Imarotul Masiroh, S.Psi</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lokasi Murid HS Sekolahku</title>
		<link>https://sekolahku.sch.id/2024/08/26/lokasi-murid-hs-sekolahku/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Homeschooling Sekolahku]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Aug 2024 06:45:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#homeschoolinganakberkebutuhankhusus]]></category>
		<category><![CDATA[#homeschoolingindonesia]]></category>
		<category><![CDATA[#lokasimurid]]></category>
		<category><![CDATA[#pendidikaninklusi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sekolahku.sch.id/?p=1604</guid>

					<description><![CDATA[Benarkah siswa Homeschooling Sekolahku cuma di Depok aja? Homeschooling Sekolahku menerima siswa di berbagai daerah baik di seluruh Indonesia dan beberapa siswa kami ada yang di luar negeri loh Jadi, Ayah Bunda tidak perlu khawatir yaa jika tidak berada di area Jabodetabek karena kami bisa memberikan layanan pendidikan dimana saja, kapan saja dan sesuai dengan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Benarkah siswa Homeschooling Sekolahku cuma di Depok aja? </p>



<p class="wp-block-paragraph">Homeschooling Sekolahku menerima siswa di berbagai daerah baik di seluruh Indonesia dan beberapa siswa kami ada yang di luar negeri loh</p>



<p class="wp-block-paragraph"> Jadi, Ayah Bunda tidak perlu khawatir yaa jika tidak berada di area Jabodetabek karena kami bisa memberikan layanan pendidikan dimana saja, kapan saja dan sesuai dengan kebutuhan siswa.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Yukk daftar Homeschooling Sekolahku melalui admin kami 0811 1182 412 atau kunjungi website kami di www.sekolahku.sch.id</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Lokasi Murid Homeschooling Sekolahku" width="800" height="450" src="https://www.youtube.com/embed/j9GqDVZJwSM?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
