<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>pandemi &#8211; HomeSchooling Sekolahku &#8211; HomeSchooling Terbaik di Depok, Jawa Barat &#8211; Indonesia</title>
	<atom:link href="https://sekolahku.sch.id/tag/pandemi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sekolahku.sch.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 06 Sep 2021 09:01:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://sekolahku.sch.id/wp-content/uploads/2024/08/cropped-sekolahku-favicon-32x32.png</url>
	<title>pandemi &#8211; HomeSchooling Sekolahku &#8211; HomeSchooling Terbaik di Depok, Jawa Barat &#8211; Indonesia</title>
	<link>https://sekolahku.sch.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Ajak Anak Berkebutuhan Khusus Bercocok Tanam Yuk!</title>
		<link>https://sekolahku.sch.id/2021/09/06/ajak-anak-berkebutuhan-khusus-bercocok-tanam-yuk/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[HSSekolahku]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 06 Sep 2021 09:00:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[anak berkebutuhan khusus]]></category>
		<category><![CDATA[bercocok tanam]]></category>
		<category><![CDATA[motorik]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sekolahku.sch.id/?p=634</guid>

					<description><![CDATA[Penyusun : Muhamad Santoso, M.M. Pandemi Covid-19 yang telah dirasakan sejak awal tahun 2020 membuat banyak aktivitas yang pada khususnya dilakukan di luar ruangan menjadi terbatas. Sehingga, perlu mencari cara&#160;untuk menghilangkan&#160;kejenuhan. Banyak hal yang dapat dilakukan dirumah, salah satunya kegiatan yang dapat dilakukan dirumah adalah bercocok tanam, bercocok tanam tidak harus menggunakan lahan yang luas, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Penyusun : Muhamad Santoso, M.M.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pandemi Covid-19 yang telah dirasakan sejak awal tahun 2020 membuat banyak aktivitas yang pada khususnya dilakukan di luar ruangan menjadi terbatas. Sehingga, perlu mencari cara&nbsp;untuk menghilangkan&nbsp;kejenuhan. Banyak hal yang dapat dilakukan dirumah, salah satunya kegiatan yang dapat dilakukan dirumah adalah bercocok tanam, bercocok tanam tidak harus menggunakan lahan yang luas, dengan lahan yang tidak terlalu luas pun dapat dilakukan&nbsp;loh, dan tentunya bisa menjadi kegiatan yang menyenangkan bersama dengan anak di rumah.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan bercocok tanam juga merupakan media terapi bagi anak berkebutuhan khusus, melalui aktivitas bercocok tanam, anak-anak tanpa sadar dapat mengenali dan mengembangkan hampir semua jenis indera yang dimilikinya. Anak akan merasakan dan menstimulasi beragam kebutuhan sensori motor dengan menyentuh beragam tekstur.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Manfaat bercocok tanam juga tidak diragukan lagi dapat meningkatkan perkembangan motorik anak lewat banyaknya kegiatan yang membutuhkan koordinas mata dan tangan secara bersamaan. Hal ini bisa membantu mengembangkan kekuatan dan kesehatan fisik maupun mental anak.&nbsp;Bercocok tanam membuat anak aktif bergerak saat bekerja keras menggali, membawa, mengangkat, menyiram, dan lain-lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berikut ini cara bercocok tanam bagi anak berkebutuhan khusus :</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Sediakan alat-alat bercocok tanam sederhana seperti pot/polybag,&nbsp;sekop, tanah yang telah dicampur pupuk, alat penyiram tanaman dan bibit buah, sayur atau bunga.</li><li>Berikan contoh terlebih dahulu kepada anak tahapan-tahapan apa saja yang harus dilakukan, yang pertama sediakan pot/polybag lalu isi pot/polybag dengan tanah yang telah dicampur pupuk menggunakan sekop, jangan sampai terlalu penuh&nbsp;agar ketika nanti menyiram tidak berantakan, buat lubang di tanah menggunakan jari lalu masukan bibit, dalam proses menaruh bibit jangan terlalu rapat harus diberikan jarak, lalu tutup kembali dengan tanah dan disiram.</li><li>Taruh pot/polybag ditempat yang terkena sinar matahari tidak secara langsung.</li><li>Ajak anak untuk melakukan penyiraman tanaman sebanyak 2 kali sehari pada saat keadaan cuaca cerah, waktu pagi dan sore hari, tujuannya agar anak memiliki rasa tanggung jawab dalam hal merawat tanaman.</li><li>Jika dirawat secara teratur dalam waktu 3-4 bulan menanam tomat atau cabai dapat dipanen hasilnya.</li></ul>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tips Meningkatkan Nasionalisme Anak di Masa Pandemi</title>
		<link>https://sekolahku.sch.id/2021/08/23/tips-meningkatkan-nasionalisme-anak-di-masa-pandemi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[HSSekolahku]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Aug 2021 02:49:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[17 agustus]]></category>
		<category><![CDATA[anak]]></category>
		<category><![CDATA[kemerdekaan]]></category>
		<category><![CDATA[merayakan]]></category>
		<category><![CDATA[nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sekolahku.sch.id/?p=620</guid>

					<description><![CDATA[Penyusun : Muhammad Fatkhurrahman, S.Pd Hari Kemerdekaan Republik Indonesia adalah hari sakral bagi bangsa Indonesia, dimana hari itu merupakan momentum bersejarah yang mengingatkan masyarakat akan makna kemerdekaan dan nasionalisme. Masyarakat selalu punya cara sendiri untuk memperingatinya. Namun, yang tak pernah luput dari sorotan Hari Kemerdekaan adalah lomba-lomba 17 Agustusan. Dengan berbagai macam lomba. Kegiatan ini [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Penyusun : Muhammad Fatkhurrahman, S.Pd</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hari Kemerdekaan Republik Indonesia adalah hari sakral bagi bangsa Indonesia, dimana hari itu merupakan momentum bersejarah yang mengingatkan masyarakat akan makna kemerdekaan dan nasionalisme. Masyarakat selalu punya cara sendiri untuk memperingatinya. Namun, yang tak pernah luput dari sorotan Hari Kemerdekaan adalah lomba-lomba 17 Agustusan. Dengan berbagai macam lomba. Kegiatan ini sukses mengingatkan kembali akan pentingnya hari kemerdekaan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Bila biasanya Hari Kemerdekaan Republik Indonesia diperingati anak-anak melalui berbagai macam perlombaan antar-RT, berbeda dengan dua tahun ini. Di usianya yang ke-76, Indonesia sedang menghadapi krisis global pandemi Covid-19 yang membuat anak-anak tidak bisa berpartisipasi dalam merayakan kemerdekaan melalui bermacam perlombaan 17 Agustus di sekolah maupun lingkungan rumahnya. Selain itu, lomba-lomba tersebut sangat bermanfaat untuk menumbuhkan rasa nasionalisme, terkhusus bagi anak. Mengikuti lomba dan ikut merasakan suasana menyambut hari kemerdekaan juga merupakan salah satu media untuk menanamkan dan memupuk nasionalisme bagi anak.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Merebaknya pandemi tahun ini, membuat banyak perubahan yang harus dilakukan dalam merayakan kemerdekaan. Jika biasanya 17 Agustus diawali dengan upacara bendera, kali ini upacara dilakukan secara virtual di rumah masing-masing. Begitu pula upacara megah yang diadakan di Istana Negara hanya dihadiri oleh orang-orang tertentu.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu apakah dengan cara yang berbeda ini akan mengurangi rasa nasionalisme dan semangat kemerdekaan? Jawabannya tentu tidak. Benar bahwa acara-acara konvensional hari kemerdekaan akan ditiadakan, namun hal tersebut tidak membatasi masyarakat untuk membuat cara-cara baru menjaga rasa nasionalisme yang ada.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berikut tips-tips meningkatkan nasionalisme anak di masa pandemi:</p>



<ul class="wp-block-list" type="1"><li><strong>Menonton film sejarah dan nasionalisme</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Melalui film, anak dapat mengetahui kisah sejarah kemerdekaan Indonesia dan menumbuhkan rasa nasionalismenya. Selain itu, akan mengetahui tokoh-tokoh pahlawan yang telah berjuang dalam kemerdekaan Indonesia. Manfaat lain menonton film sejarah menambah wawasan anak dan alternatif media pembelajaran. Menonton film bersama juga berfungsi sebagai&nbsp;<em>quality time&nbsp;</em>keluarga.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Mendekorasi rumah</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Agustusan identik dengan bendera merah putih, umbul-umbul, hingga gapura yang menghias komplek. Tak jauh berbeda, orangtua dapat memanfaatkan momen kemerdekaan dengan mendekorasi rumah dengan warna merah-putih, misalnya dengan bendera-bendera kecil segitiga di langit-langit ruang tengah.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Menikmati kuliner khas daerah Indonesia</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Indonesia kaya akan citarasa kulinernya. Hal ini tak bisa dilupakan dari bagian budaya Indonesia. Orangtua bisa memanfaatkan momen ini untuk mengenalkan kepada anak dengan menu khas daerah, atau kudapan tradisional agar anak dapat mengeksplor keberagaman hidangan Indonesia. Misalnya makanan khas Yogyakarta yaitu gudeg.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Mendengarkan</strong><strong>&nbsp;lagu daerah</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ini semakin sedikit anak yang hafal dengan lagu daerah Indonesia. Tak salah jika mereka sedikit dikenalkan dengan lagu dan budaya daerah Indonesia, sekaligus mengenalkannya pada bahasa daerah. Tidak perlu jauh-jauh, sambil bernostalgia, Orangtua dapat melantunkan lagu-lagu daerah. Misalnya kegiatan sekolah mengenal lagu-lagu daerah dengan cara melalui aplikasi <em>zoom metting</em>&nbsp;dan <em>google meet</em>. Adanya perkembangan zaman anak dituntut teknologi yang ada.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Mengadakan</strong><strong>&nbsp;lomba kecil di rumah dan di sekolah</strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Orangtua dapat mengadakan lomba seperti yang biasanya ia ikuti di rumah bersama anggota keluarga lain, mulai dari lomba makan kerupuk, memasukkan paku ke dalam botol, dan banyak lagi. Selain itu lomba dilakukan oleh pihak sekolah melalui <em>zoom meeting</em>&nbsp;seperti lomba baca puisi, menceritakan gambar, menyanyikan lagu daerah dengan virtual.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>First Time Masuk Sekolah, Apa yang Harus Dipersiapkan?</title>
		<link>https://sekolahku.sch.id/2021/08/04/first-time-masuk-sekolah-apa-yang-harus-dipersiapkan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[HSSekolahku]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2021 06:05:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[anak masuk sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[belajar di rumah]]></category>
		<category><![CDATA[hari pertama masuk sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan anak]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan masa pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[tips untuk anak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sekolahku.sch.id/?p=606</guid>

					<description><![CDATA[Penyusun : Annisa Muthmainnah, S.Pd “Wah ternyata buah hati sudah berusia 4 tahun, sudah waktunya masuk sekolah, tapi masih pandemi?!” Ada kekhawatiran yang dirasakan oleh orang tua saat anaknya sudah masuk sekolah pertamanya pada masa pandemi termasuk pembelajaran secara daring. Anak masih bisa mengikuti kegiatan belajarnya walaupun kelas dilaksanakan secara daring (online). Berikut hal yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Penyusun : Annisa Muthmainnah, S.Pd</p>



<p class="wp-block-paragraph">“Wah ternyata buah hati sudah berusia 4 tahun, sudah waktunya masuk sekolah, tapi masih pandemi?!” Ada kekhawatiran yang dirasakan oleh orang tua saat anaknya sudah masuk sekolah pertamanya pada masa pandemi termasuk pembelajaran secara daring. Anak masih bisa mengikuti kegiatan belajarnya walaupun kelas dilaksanakan secara daring <em>(online). </em>Berikut hal yang harus dipersiapkan untuk anak masuk sekolah pertamanya pada masa pandemi.</p>



<ul class="wp-block-list" type="1"><li>Latih anak biasa bangun pagi</li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Mungkin sebelumnya anak biasa tidur malam hari karena masih asik bermain dan bangunnya pun siang. Karena sekarang anak sudah waktu masuk sekolah pertamanya, maka orang tua harus membiasakan anak untuk mengatur pola tidurnya agar tetap dapat istirahat dengan cukup. Berilah pengertian kalau besok sudah mulai sekolah, belajar dengan teman-teman baru, jadi jangan tidur larut malam supaya bisa bangun lebih awal.</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Latih menyiapkan peralatan belajarnya</li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Kenalkan anak terhadap kewajibannya sebagai pelajar walau masih usia dini bantulah anak untuk mandiri dalam menyiapkan peralatan belajarnya, seperti menyiapkan buku pelajaran, buku tulis, alat tulis, baju seragam, dan gadget.</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Sarapan sebelum memulai pembelajaran</li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Ada anak yang tidak terbiasa dengan sarapan, namun sebagai orang tua kita perlu menjelaskan pentingnya sarapan untuk konsentrasi anak saat belajar walaupun hanya belajar di rumah.</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Mengenalkan gadget</li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Hal yang perlu dipersiapkan selanjutnya ada mengenalkan gadget pada anak. Kebanyakan &nbsp;anak sekarang memakai gadget untuk hiburan bukan untuk kegiatan belajarnya. Maka orang tua harus menjelaskan juga penggunaan gadget kali ini bukan untuk bermain atau menonton, melainkan untuk belajar. Orang tua juga harus mengarahkan penggunaan aplikasi yang digunakan sekolah untuk media belajar anak.</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Memberitahu peraturan belajar online</li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Yang pertama harus dilakukan orang tua adalah menjelaskan jika anak dipanggil oleh gurunya harus menjawab dengan sopan. Kedua harus datang tepat waktu, walaupun belajar secara online tapi anak harus masuk kelas dengan tepat waktu. Ketiga berkomunikasi dengan teman-temannya, berkenalan menanyakan nama dari teman-temannya, tinggalnya dimana, hobinya apa, apa sudah sarapan, dan banyak pertanyaan harian yang dapat ditanyakan. Keempat, jika diberikan tugas oleh guru harus dikerjakan, kalau tidak mengerti boleh bertanya pada guru dengan bahasa yang sopan.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Nah itulah beberapa hal yang harus dipersiapkan anak untuk masuk sekolah pertamanya pada masa pandemi ini. Tidak perlu ada yang dikhawatirkan secara berlebihan, kita hanya harus komunikasikan pada anak untuk menjelaskan hal-hal tersebut agar kegiatan belajarnya berjalan lancar.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Strategi Untuk Meningkatkan Konsentrasi Siswa</title>
		<link>https://sekolahku.sch.id/2021/07/19/strategi-untuk-meningkatkan-konsentrasi-siswa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[HSSekolahku]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2021 04:07:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#dirumahaja]]></category>
		<category><![CDATA[anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[belajar di rumah aja]]></category>
		<category><![CDATA[child education]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[konsentrasi anak]]></category>
		<category><![CDATA[konsentrasi belajar]]></category>
		<category><![CDATA[masalah anak]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan anak]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan anak]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi anak]]></category>
		<category><![CDATA[saran belajar anak]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah anak]]></category>
		<category><![CDATA[siswa]]></category>
		<category><![CDATA[tips belajar anak]]></category>
		<category><![CDATA[zoom]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sekolahku.sch.id/?p=587</guid>

					<description><![CDATA[Penyusun : Imarotul Masiroh S.Psi Beberapa anak mungkin mengalami hambatan dalam memusatkan perhatian. Khususnya pada kegiatan belajar atau aktivitas yang &#160;mungkin mereka kurang minati atau dianggap terlalu sulit. Sebaliknya, saat dihadapkan pada aktivitas yang mereka sukai dan menantang anak-anak cenderung akan lebih mudah memusatkan perhatian. Berikut ini beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk membantu siswa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Penyusun : Imarotul Masiroh S.Psi</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong></strong><strong> </strong>Beberapa anak mungkin mengalami hambatan dalam memusatkan perhatian. Khususnya pada kegiatan belajar atau aktivitas yang &nbsp;mungkin mereka kurang minati atau dianggap terlalu sulit. Sebaliknya, saat dihadapkan pada aktivitas yang mereka sukai dan menantang anak-anak cenderung akan lebih mudah memusatkan perhatian. Berikut ini beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk membantu siswa untuk lebih fokus.</p>



<ul class="wp-block-list" type="1"><li><strong>Melibatkan <em><strong><em>Physical Activity</em></strong></em></strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Aktivitas fisik sederhana bisa diberikan sebelum kegiatan belajar yang membutuhkan siswa untuk memusatkan perhatian secara penuh<em>. &nbsp;Ice breaking</em>, senam, berjalan-jalan di sekitar rumah bisa menjadi beberapa contoh aktivitas yang bisa dipraktikkan.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Hilangkan distraktor</strong><strong></strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Rentang waktu konsentrasi anak memang bervariasi. Tidak selamanya usia dapat menjadi acuan. Masing-masing anak juga mungkin memiliki distraktor yang berbeda. Sehingga menciptakan lingkungan yang tenang dan tidak menempatkan barang yang mungkin akan menarik perhatian mereka seperti <em>gadget</em>&nbsp;dan benda favorit perlu untuk dilakukan.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Membagi materi pelajaran atau tugas menjadi beberapa bagian</strong><strong></strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Memecah materi pelajaran dan tugas menjadi beberapa bagian, akan membantu anak-anak untuk fokus pada area yang lebih kecil sehingga memotivasi mereka untuk terlibat secara penuh. Terkadang anak-anak tidak menyampaikan jika mereka kewalahan dengan materi pelajaran yang diberikan. Sehingga perlu dilakukan observasi yang mendalam untuk mengetahui sejauh mana mereka dapat belajar dengan optimal.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Memberikan waktu istirahat secara berkala</strong><strong></strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan memahami rentang konsentrasi siswa, strategi memberikan waktu istirahat secara berkala dapat diberikan dengan jauh lebih tepat. Menginformasikan berapa lama kegiatan belajar akan berlangsung akan membantu siswa mengetahui tentang batasan waktu mereka untuk fokus. Jeda di antara pelajaran dapat diisi dengan <em>snack time </em>atau <em>mini games</em>.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Memahami gaya belajar siswa</strong><strong></strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Saat siswa diberikan cara pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajarnya, akan membantu mereka lebih tertarik dengan kegiatan belajar sehingga dapat menyerap informasi yang disampaikan dengan lebih baik.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Meningkatkan Kecerdasan Interpersonal Anak Walau #DiRumahAja</title>
		<link>https://sekolahku.sch.id/2021/07/13/meningkatkan-kecerdasan-interpersonal-anak-walau-dirumahaja/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[HSSekolahku]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2021 05:27:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#dirumahaja]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[child education]]></category>
		<category><![CDATA[covid-19]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi belajar anak]]></category>
		<category><![CDATA[kecerdasan interpersonal]]></category>
		<category><![CDATA[orangtua]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan anak]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan anak]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi anak]]></category>
		<category><![CDATA[tips]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sekolahku.sch.id/?p=585</guid>

					<description><![CDATA[Penyusun : Afifah Nurul Karimah, S.Psi Seperti yang kita ketahui bersama, pandemi COVID-19 membuat interaksi sosial terbatas secara fisik. Anak-anak mulai melakukan rutinitas belajar di rumah saja, berinteraksi hanya sebatas via media online seperti zoom atau google meet, namun di sisi lain, kebutuhan dan urgensi interaksi sosial dalam mengembangkan kemampuan sosial serta kecerdasan interpersonal juga [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Penyusun : Afifah Nurul Karimah, S.Psi</p>



<p class="wp-block-paragraph">Seperti yang kita ketahui bersama, pandemi COVID-19 membuat interaksi sosial terbatas secara fisik. Anak-anak mulai melakukan rutinitas belajar di rumah saja, berinteraksi hanya sebatas via media online seperti zoom atau google meet, namun di sisi lain, kebutuhan dan urgensi interaksi sosial dalam mengembangkan kemampuan sosial serta kecerdasan interpersonal juga tidak bisa dilepaskan begitu saja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kecerdasan interpersonal ini merupakan salah satu dari kecerdasan majemuk yang sangat penting dalam perkembangan anak.  Kecerdasan interpersonal yang berhasil akan membuat anak mampu mengembangkan keterampilan interaksi dengan orang lain secara positif, dalam hal ini aspek sosial dan emosi sangatlah memengaruhi.Perkembangan sosial emosi banyak membantu anak dalam menjalin relasi sosial, kegiatan bermain dan juga bersosialisasi (Tatminingsih, 2019). </p>



<p class="wp-block-paragraph">Mengingat pentingnya perkembangan dalam peningkatan kecerdasan interpersonal ini menjadi catatan khusus bagi para pendidik dan juga orangtua untuk saling bekerjasama. Dengan terbatasnya interaksi, tidak seharusnya menjadi alasan untuk tidak berupaya optimal mengembangkannya demi masa depan anak yang lebih baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Beberapa strategi yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut :</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Lebih banyak menstimulasi kegiatan belajar di rumah dengan strategi bermain. Kegiatan bermain dapat mendorong anak untuk mengembangkan keterampilan berkomunikasi baik secara verbal dan non-verbal, meningkatan kemampuan dalam mengatasi konflik, belajar menjalani peran, melihat sudut pandang orang lain juga bernegosiasi. Walaupun misalnya sulit dilakukan bersama teman sebaya secara langsung, kegiatan ini bisa dilakukan via media online seperti zoom atau bersama orangtua, kakak/adik secara langsung di rumah.</li><li>Pendidik memberikan tugas belajar di rumah yang bersifat project-based learning, sehingga anak akan mengembangkan keterampilan dalam kepercayaan dirinya serta mendorong anak untuk bertanya/berbicara lebih banyak terhadap orang lain dalam mengungkapkan ide atau gagasannya.</li><li>Mengajak ananda untuk menggambar dengan ragam metode. Dalam menggambar, anak bisa mengekspresikan emosinya secara bebas. Minta anak untuk menjelasksan apa maksud atau cerita dari gambar yang ia buat.</li><li>Memperbanyak kelekatan waktu yang intensif dan berkualitas dengan anak di rumah perlu untuk dilakukan oleh orangtua. Hal ini menjadi penting karena, dalam keadaan harus #dirumaaja, anak hanya memiliki teman secara langsung yaitu anggota keluarganya, dalam hal ini orangtua berperan utama dalam berkontribusi aktif mengembangkan kemampuan sosial-emosinya.</li><li>Orangtua perlu untuk berkomunikasi aktif dan bekerjasama dengan guru untuk saling menemukan solusi terbaik dalam meningkatkan kecerdasan interpersonal anak.</li></ol>



<p class="wp-block-paragraph"> </p>



<p class="wp-block-paragraph"></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
