<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>shadow teacher &#8211; HomeSchooling Sekolahku &#8211; HomeSchooling Terbaik di Depok, Jawa Barat &#8211; Indonesia</title>
	<atom:link href="https://sekolahku.sch.id/tag/shadow-teacher/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sekolahku.sch.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 May 2024 09:36:28 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://sekolahku.sch.id/wp-content/uploads/2024/08/cropped-sekolahku-favicon-32x32.png</url>
	<title>shadow teacher &#8211; HomeSchooling Sekolahku &#8211; HomeSchooling Terbaik di Depok, Jawa Barat &#8211; Indonesia</title>
	<link>https://sekolahku.sch.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>SOSIALISASI ABK DI SEKOLAH INKLUSI </title>
		<link>https://sekolahku.sch.id/2024/04/07/sosialisasi-abk-di-sekolah-inklusi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Homeschooling Sekolahku]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 07 Apr 2024 09:17:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[anak berkebutuhan khusus]]></category>
		<category><![CDATA[inklusi]]></category>
		<category><![CDATA[shadow teacher]]></category>
		<category><![CDATA[special need]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sekolahku.sch.id/?p=1141</guid>

					<description><![CDATA[Oleh : Dory Agustia Rantawi  Label Inklusi digaungkan oleh banyak pihak di kala ini. Pendidikan formal dan non-formal pun berkontribusi untuk memberi perhatian lebih terhadap pelaksanaan dan penerapan inklusi disetiap lembaganya baik bernaung dibawah pemerintah atau dikelola oleh pihak swasta.&#160; Inklusi dapat disebutkan sebagai bentuk upaya nyata dalam mewujudkan sikap menerima dari satu individu terhadap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Oleh : Dory Agustia Rantawi </p>



<p class="wp-block-paragraph">Label Inklusi digaungkan oleh banyak pihak di kala ini. Pendidikan formal dan non-formal pun berkontribusi untuk memberi perhatian lebih terhadap pelaksanaan dan penerapan inklusi disetiap lembaganya baik bernaung dibawah pemerintah atau dikelola oleh pihak swasta.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Inklusi dapat disebutkan sebagai bentuk upaya nyata dalam mewujudkan sikap menerima dari satu individu terhadap individu lainnya walaupun dalam keadaan yang berbeda. Aplikasi dari sikap toleransi akan sangat ketara selama pelaksanaan system inklusi terutama didalam Pendidikan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Berdasarkan pernyataan diatas, penulis mengajak untuk memahami bahwa inklusi bukan sekedar konsep berfikir dan bersikap tapi juga menjadi pelaku dalam perwujudan nilai-nilai kebangsaan yang diterapkan dalam dunia Pendidikan. Kita diajak secara langsung untuk mengerti dan memahami individu sekitar kita dan kembali mengingat bahwa semua manusia hidup berdampingan dan saling membutuhkan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Pendapat ini dikerucutkan pada Pendidikan inklusif di Indonesia yang saat ini dipahami sebagai system Pendidikan yang sangat konseptual yaitu melibatkan, merangkul dan mengikutsertakan peserta didik dengan kebutuhan khusus untuk mendapatkan hak Pendidikan yang sama dan ikut mendorong tujuan Pendidikan nasional yang merata dan semua itu berakar pada konsep international yang dikenal dengan <em>Education For All</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, kendala utama yang dirasakan Peserta didik dengan kebutuhan khusus ketika berada disekolah inklusi adalah Sosialisasi. Keberagaman individu disekolah dan secara lebih luas disebut dengan konsep multicultural yaitu keberagaman budaya, agama, ras dan suku bangsa untuk dapat saling menerima dan saling mengahargai dalam sebuah wadah yang disebut sekolah. Untuk memulai adaptasi dengan lingkungannya, anak berkebutuhan khusus disekolah inklusi sebaiknya dibantu oleh guru dengan tujuan memberikan dan melatih kemampuan bersosialisasi ini sebagai modalitas bagi anak berkebutuhan khusus agar merasa lebih diterima dan menumbuhkan rasa percaya dirinya.</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Korelasi contoh sikap dan imitasi</li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Saat ini, peserta didik dengan kebutuhan khusus yang masuk ke sekolah sudah mengalami banyak tahap dan tes agar bias benar benar bergabung dalam sekolah inklusi. Oleh sebab itu, kita harus membuat sosialisasi itu terlihat mudah dengan memberikan contoh dan memanfaatkan sikap dasar dari anak berkebutuhan khusus yaitu menirukan <em>(imitating)</em></p>



<p class="wp-block-paragraph">Contoh yang dapat dilakukan dan paling real serta dipahami secara umum oleh hamper setiap warga sekolah adalah penerapan senyum, salam, sapa, sopan dan santun. Ketika Fulan sebagai salah satu peserta didik dengan kebutuhan khusus tiba disekolah, lalu sebagi guru memberikan contoh dengan berjabat tangan dengan guru yang sebaya dan mengucapkan salam ketika bertemu dengan rekan guru lainnya, maka kegiatan ini secara tidak sadar adalah contoh sikap dan ketika si fulan menirukan maka inilah imitasi yang natural ada dalam benak mereka.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Lalu, apakah sesederhana itu ? tidak.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tentu semua ini diikuti dengan penegasan dengan memberikan penjelasan dan arahan yang tepat kepada peserta didik dengan kebutuhan khusus tersebut. Waktu yang terus berjalan, akan memberikan repetisi tinggi untuk si anak agar dapat terbiasa hingga perilaku tersebut melekat pada si anak.&nbsp;</p>



<ol class="wp-block-list" start="2">
<li>Tutor sebaya </li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Pemahaman pembaca akan langsung berpusat pada pengertian tutor sebaya. Namun jika dipandang dengan kacamata seorang guru yang memiliki siswa regular dan siswa dengan kebutuhan khusus, maka akan dipahami bahwa tutor sebaya ini sangat kooperatif dan konseptual serta mendorong terwujudnya sikap saling menghargai yang di praktikan langsung oleh peserta didik disekolah inklusi.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Singkat nya bahwa Fulana adalah anak yang pintar dan Fulan adalah siswa dengan kebutuhan khusus, lalu Fulana mengajak beberapa teman lagi untuk membuat sebuah lingkaran untuk makan Bersama, keberadaan fulan didalam makan Bersama ini adalah sebuah tindakan inklusif, dan tindakan fulan yang akan memperhatikan teman temannya makan dengan benar, maka ia akan ikut mencoba lalu ketika mereka berbagi Bersama atau bertukar makanan, maka itulah sosialisasi kecil yang berdampak besar bagi si fulan karena secara psikis nya yaitu perasaan ingin diterima dan diakui sudah terpenuhi</p>



<p class="wp-block-paragraph">Proses ini terlihat mudah tertulis atau sekedar diucapkan, namun pada pelaksanaanya, membutuhkan <em>effort</em> yang tidak main-main, karena ini sangat berpengaruh pada anak dan berpengaruh pada teman teman regular nya dan memahami nilai sederhana yaitu berteman, saling hargai, kasih saying kepada sesame dan toleransi.&nbsp;</p>



<ol class="wp-block-list" start="3">
<li>Motivasi Lingkungan </li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Perilaku yang sederhana dan mendorong tumbuhnya rasa percaya diri adalah motivasi dari lingkungan sekitar peserta didik itu sendiri. Peran utama tentu dimulai dari Rumah, kebiasaan Bersama orang tua untuk intens mengajak si anak dalam bersosialisasi dengan dunia luar adalah salah satu langkah yang layak dilakukan. Lalu, mengenalkan dengan <em>circle </em>pertemanan orang tua dan anak anak mereka juga menjadi apresiasi buat anak dengan kebutuhan khusus.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Sekolah menjadi salah satu tempat dimana anak dengan kebutuhan khusus tersebut mendapatkan motivasi yang bisa menambah rasa percaya diri dan menunjang pertumbuhan kecakapan dalam sosialisasi. Ketika hal-hal tersebut diatas berjalan dengan baik, maka anak berkebutuhan khusus disekolah inklusi akan dapat terbantu dalam meningkatkan kemampuan mereka dalam bersosialisasi.&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peran Shadow Teacher di Sekolah</title>
		<link>https://sekolahku.sch.id/2023/08/05/peran-shadow-teacher-di-sekolah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[HSSekolahku]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 05 Aug 2023 05:49:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[HOMESCHOOLING]]></category>
		<category><![CDATA[inklusi]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[shadow teacher]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sekolahku.sch.id/?p=1058</guid>

					<description><![CDATA[Oleh : Dory Agustia Rantawi, S.Pd Pada pelaksanaan pembelajaran di kelas inklusi, seringkali terdapat kendala yang sulit ditangani mandiri oleh guru kelas terkait. Hal ini bukan disebabkan karena guru tersebut tidak memiliki kemampuan dalam mengatasi kendalanya tetapi dikarenakan fungsi dan perannya melebihi kapasitas yang seharusnya. Selain daripada itu, karena penanganan terhadap anak berkebutuhan khusus yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Oleh : Dory Agustia Rantawi, S.Pd</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Pada pelaksanaan pembelajaran di kelas inklusi, seringkali terdapat kendala yang sulit ditangani mandiri oleh guru kelas terkait. Hal ini bukan disebabkan karena guru tersebut tidak memiliki kemampuan dalam mengatasi kendalanya tetapi dikarenakan fungsi dan perannya melebihi kapasitas yang seharusnya. Selain daripada itu, karena penanganan terhadap anak berkebutuhan khusus yang berada di kelas inklusi tersebut belum menjadi fokus utama untuk mengikuti seluruh isi kurikulum yang dibebankan. Oleh sebab itu, diperlukan adanya Shadow Teacher atau guru bayangan.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Secara sederhana, shadow teacher adalah pendidik yang ikut serta membantu peserta didik berkebutuhan khusus di kelas untuk memenuhi kebutuhan belajarnya. Adanya anak berkebutuhan khusus di kelas bukan lah sebuah hambatan, namun berdasarkan tujuan utamanya adalah berintegrasi di dalam kelas di sekolah umum atau di sekolah inklusi. Ada kalanya peran shadow teacher sangat menjadi penting ketika situasi belajar memungkinkan untuk terjadinya banyak distraksi dan mungkin juga datang dari dalam diri anak berkebutuhan khusus itu sendiri, misalnya seperti kondisi emosi yang tidak stabil.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Untuk memberikan penjelasan tentang kebutuhan akan shadow teacher, maka mari kita simak sejenak tentang peran dan tugas dari shadow teacher berikut ini :&nbsp;</p>



<ol class="wp-block-list">
<li><strong>Menjadi Penghubung antara ABK dan Lingkungan Sekolah&nbsp;</strong></li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Keberadaan ABK di dalam sekolah umum terkadang masih jadi hal yang tabu untuk dibicarakan apalagi berbaur bersama. Keberadaan shadow teacher adalah untuk membantu peserta didik ABK untuk bisa menjadi penghubung antara anak dan lingkungan sekolahnya. Lingkungan sekolah ini bukan berorientasi secara sederhana pada lingkungan sekolah seperti ruang kelas, ruang sumber, lapangan atau fasilitas saja tetapi lebih tepat juga diarahkan untuk menjadi lebih mengerti terhadap siapa yang berada di lingkungan sekolah tersebut. Misalnya teman sekelas, guru kelas, staff sekolah bahkan kantin.&nbsp;</p>



<ol class="wp-block-list" start="2">
<li><strong>Menjembatani Ketertinggalan Belajar&nbsp;</strong></li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Setiap jenjang pendidikan memiliki tingkat kurikulum dan tingkat kesulitan belajar yang berbeda. Jika pada anak dengan kondisi normal, bisa mencapai semua tahapan kurikulum pada setiap jenjang nya, maka tak jarang ABK terkadang mengalami keterlambatan. Hal ini bukan dikarenakan kesalahan dari guru kelas atau teman sekelasnya, tetapi terkait dengan kemampuan individual ABK itu sendiri dalam menerima pelajaran. Oleh sebab itu, mereka bisa saja mengalami ketertinggalan dalam belajar.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Peran shadow teacher dapat dilakukan dengan mengupayakan metode atau memodifikasi materi pembelajaran agar dapat diterima dan dimengerti dengan lebih baik oleh ABK tersebut.&nbsp;</p>



<ol class="wp-block-list" start="3">
<li><strong>Mengarahkan Konsentrasi ABK di kelas</strong></li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Tingkat konsentrasi pada masing-masing anak selalu berbeda. Ada yang memungkinkan dirinya dapat berkonsentrasi penuh saat mulai pelajaran hingga selesai dan ada pula yang mampu berkonsentrasi hanya dalam beberapa menit saja.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Hal tersebut juga berlaku bagi ABK. Pada jenis kebutuhan khusus tertentu seperti ADHD, ADD dan Intellectual Disability sering ditemukan case bahwa mereka mengalami kesulitan dalam berkonsentrasi. Peran shadow teacher adalah untuk membantu si ABK agar bisa mengikuti belajar dengan tingkat konsentrasi yang biasanya dibangun bertahap dan dapat menerima pelajaran dengan baik.&nbsp;</p>



<ol class="wp-block-list" start="4">
<li><strong>Menjaga stabilitas alur pembelajaran di kelas</strong></li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Pembelajaran di kelas selalu memiliki irama atau ritme yang berbeda dari setiap guru nya dan setiap mata pelajaran yang dimiliki. Ada tipikal guru yang hanya menggunakan metode classical yaitu menjadi pusat perhatian dan mengajarkan seluruh konsep secara terpusat dan penjelasan yang panjang sejak dimulainya pembelajaran hingga selesai. Ada pula guru yang memiliki metode belajar dengan roleplay, agar membuat pembelajaran lebih hidup dan lebih diingat serta menjadi konsep pengetahuan yang melekat bagi setiap peserta didik.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Keberagaman gaya guru ini juga mempengaruhi ABK dalam berperilaku di dalam kelas. Ada banyak hal pula yang harus mereka kendalikan seperti emosi dan kemampuan eksplorasi. Jika mereka mengalami kesulitan, maka hal yang akan terjadi adalah munculnya perilaku maladaptif atau bahkan tantrum dan bisa saja menjadi chaos yang disebabkan oleh ABK dan mengakibatkan alur pembelajaran di kelas menjadi tidak kondusif. Oleh sebab itu, shadow teacher berperan penting untuk dapat mengendalikan si ABK agar dapat bertahan dalam kondisi yang stabil dan tetap mampu memahami pembelajaran.&nbsp;</p>



<ol class="wp-block-list" start="5">
<li><strong>Menjembatani Informasi Perkembangan ABK dengan Parents</strong></li>
</ol>



<p class="wp-block-paragraph">Peran Shadow teacher selain langsung kepada siswa dan guru di sekolahnya, ada pula yang berkaitan dengan parents atau orang tua si ABK. Shadow teacher yang mengikuti anak sejak awal tiba di sekolah, masuk kelas lalu keluar dari sekolah dan diantarkan pulang, tentu saja sudah mengerti tentang perkembangan diri si anak dan mengerti kondisi si anak di hari tersebut dan di hari setelahnya. Oleh sebab itu, shadow teacher memiliki tanggungjawab untuk memberikan informasi tersebut sesuai dengan keadaan dan fakta sebenarnya yang terjadi dilapangan atau di sekolah.&nbsp;</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tujuan dari itu adalah agar parents sendiri mengetahui kondisi si anak selama berada disekolah, karena untuk usia sekolah tertentu dan jenjang tertentu parents bisa saja memiliki kekhawatiran terhadap si anak dan shadow teacher berhak untuk menginformasikan nya kepada parents sebagai bukti dan tanda bahwa parents dapat memberikan kepercayaan kepada si anak agar dapat mandiri dan berbaur bersama di sekolah. Selain dari itu, tujuan lainnya adalah agar parents memiliki kesadaran dan memiliki tanggung jawab yang sama pula untuk dapat memberikan&nbsp; pelayanan yang sama di rumah kepada si anak nantinya agar perkembangan anak makin baik dan mudah dicapai dengan tingkat waktu yang diinginkan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
