<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>student &#8211; HomeSchooling Sekolahku &#8211; HomeSchooling Terbaik di Depok, Jawa Barat &#8211; Indonesia</title>
	<atom:link href="https://sekolahku.sch.id/tag/student/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sekolahku.sch.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Wed, 28 Jul 2021 03:33:20 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://sekolahku.sch.id/wp-content/uploads/2024/08/cropped-sekolahku-favicon-32x32.png</url>
	<title>student &#8211; HomeSchooling Sekolahku &#8211; HomeSchooling Terbaik di Depok, Jawa Barat &#8211; Indonesia</title>
	<link>https://sekolahku.sch.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Melatih Life Skill pada Anak dengan Berkebutuhan Khusus</title>
		<link>https://sekolahku.sch.id/2021/07/28/melatih-life-skill-pada-anak-dengan-berkebutuhan-khusus/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[HSSekolahku]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Jul 2021 03:32:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[abk]]></category>
		<category><![CDATA[anaka berkebutuhan khusus]]></category>
		<category><![CDATA[keterampilan sehari-hari]]></category>
		<category><![CDATA[life skills]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan abk]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi anak]]></category>
		<category><![CDATA[special needs kids]]></category>
		<category><![CDATA[special needs student]]></category>
		<category><![CDATA[student]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sekolahku.sch.id/?p=590</guid>

					<description><![CDATA[Penyusun : Anisa Dinda Ayu Nandary S.Psi Life skill atau kecakapan hidup sangat di perlukan dan dibutuhkan oleh setiap individu agar berdaya dan mampu untuk melakukan aktivitas secara mandiri. Kegiatan life skills dapat di ajarkan sejak dini pada anak begitu pula pada anak dengan berkebutuhan khusus. Life skills merupakan kegiatan wajib sebagai upaya pembekalan bagi [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Penyusun : Anisa Dinda Ayu Nandary S.Psi</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Life skill atau kecakapan hidup sangat di perlukan dan dibutuhkan oleh setiap individu agar berdaya dan mampu untuk melakukan aktivitas secara mandiri. Kegiatan life skills dapat di ajarkan sejak dini pada anak begitu pula pada anak dengan berkebutuhan khusus. Life skills merupakan kegiatan wajib sebagai upaya pembekalan bagi anak untuk jangka panjang. Tujuan dari pemberian aktivitas life skills pada anak dengan berkebutuhan khusus membantu anak untuk melakukan kegiatan sehari-hari, membantu anak menjadi lebih mandiri, lebih bertanggung jawab dan mampu memberdayakan anak dengan mengembangkan kemampuan yang&nbsp; dimiliki hingga pada nantinya akan membantu anak beradaptasi di dalam masyarakat dan membantu anak beradaptasi dalam memasuki dunia kerja.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kemampuan life skill dapat meliputi (Yuli Tondang, 2021)</p>



<ul class="wp-block-list" type="1"><li>Kemampuan bantu diri (<em>self help</em>)</li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Kemampuan bantu diri dapat diajarkan pada anak sejak dini. Aktifitas yang dapat di ajarkan kepada anak seperti mandi, menggosok gigi, buang air besar atau buang air kecil, memakai pakaian, makan dan minum dengan mendiri.</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Kegiatan rumah</li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Kegiatan harian di dalam rumah juga dapat menjadi alat bantu untuk melatih life skills anak. Kegiatan yang dapat orangtua berikan berkaitan dengan tanggung jawab pemeliharaan rumah seperti mencuci piring, menyapu, mengepel, memasak, merapihkan tempat tidur, menyiram tanaman. Kegiatan harian di dalam rumah juga dapat membantu menumbuhkan kelekatan antara anak dengan orangtua, anak dengan saudara/i-nya ataupun dengan orang disekitarnya, dengan melibatkan anak pada setiap kegiatan banyak membantu anak merasa lebih dipercaya.</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Kemampuan berwirausaha</li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Kemampuan berwirausaha juga perlu diajarkan pada anak dengan berkebuthan khusus, hal tersebut membantu memberdayakan anak (Ibnu Saymsi, 2010). Pentingnya anak dengan berkebutuhan khusus memiliki kemampuan berwirausaha (Krisnan, 2021) yaitu anak belajar mengenali peluang, anak belajar kemandirian, anak belajar mengembangkan kreativitas, anak menjadi lebih produktif.</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Kemampuan sosial</li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Kemampuan sosial juga perlu di miliki oleh anak, hal tersebut dapat membantu melatih kemampuan komunikasi anak dengan orang disekitarnya. Tidak hanya melatih kemampuan komukasi, tetapi juga melatih kemampuan bekerja sama dengan orang lain.</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Kemampuan memecahkan masalah</li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Kemampuan memecahkan masalah sangat penting dimiliki anak, hal ini berkaitan dengan bagaimana anak menyelesaikan sebuah permasalahan. Dalam memecahkan masalah, anak juga berlatih dalam membuat atau mengambil keputusan. Pembuatan ataupun pengambilan keputusan didasari oleh informasi yang dimiliki dan pengalaman di dalam kehidupan sehari-hari oleh anak.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Menciptakan Lingkungan Belajar yang Positif</title>
		<link>https://sekolahku.sch.id/2021/05/28/menciptakan-lingkungan-belajar-yang-positif/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[HSSekolahku]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 May 2021 01:51:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[classroom]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi anak]]></category>
		<category><![CDATA[learning environment]]></category>
		<category><![CDATA[menyenangkan]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[positif]]></category>
		<category><![CDATA[student]]></category>
		<category><![CDATA[teacher]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sekolahku.sch.id/?p=563</guid>

					<description><![CDATA[Penyusun : Imarotul Mashiroh, S.Psi Belajar yang merupakan aktivitas rutin dipersepsikan berbeda oleh siswa. Mungkin ada yang mempersepsikannya secara positif atau sebaliknya. Berfokus pada pencapaian akademik siswa memang hal penting. Tapi menciptakan kelas yang aman, ramah dan bahagia juga sama pentingnya untuk diprioritaskan. Karena siswa yang memiliki persepsi positif terhadap kegiatan belajar akan mengarahkan pada [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Penyusun : Imarotul Mashiroh, S.Psi</p>



<p class="wp-block-paragraph">Belajar yang merupakan aktivitas rutin dipersepsikan berbeda oleh siswa. Mungkin ada yang mempersepsikannya secara positif atau sebaliknya. Berfokus pada pencapaian akademik siswa memang hal penting. Tapi menciptakan kelas yang aman, ramah dan bahagia juga sama pentingnya untuk diprioritaskan. Karena siswa yang memiliki persepsi positif terhadap kegiatan belajar akan mengarahkan pada performa belajar yang lebih baik.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Cara-cara yang efektif untuk membuat kelas menjadi lebih menyenangkan bisa coba dikembangkan. Diantaranya adalah dengan guru <strong>membangun hubungan yang positif</strong>&nbsp;dan menunjukan ke siswa bahwa <strong>guru tidak hanya peduli pada pencapaian akademik siswa, tetapi juga memahami mereka sebagai individu yang perlu diperhatikan kenyamanannya</strong>. Menanyakan kabar, mencoba memahami tanda-tanda yang menunjukan bahwa siswa sedang menghadapi masa-masa sulit bisa menjadi langkah awal untuk menciptakan kelas yang lebih ramah siswa. Untuk mencapai hal ini, guru tentunya perlu meluangkan waktu untuk lebih mengenali siswa dan karakteristik uniknya dengan berbagai cara salah satunya lewat kegiatan bersama seperti bermain permainan sederhana bersama. <strong></strong></p>



<p class="wp-block-paragraph">Selain itu, guru juga diharapkan untuk <strong>berperan aktif melihat bagaimana interaksi sosial antar siswa</strong>. Jika terlihat perilaku-perilaku yang mengarah pada <strong><em>bullying</em></strong>, tentu perlu menjadi prioritas untuk diselesaikan terlebih dahulu. Serta pada sisi lain, memberikan <strong>kesempatan untuk berinteraksi</strong>&nbsp;dengan saling menanyakan kabar dan berbagi pengalaman pribadi, seperti pengalaman liburan misalnya dapat membantu siswa untuk merasakan kenyamanan berkomunikasi bersama teman dan menjadi bagian dari anggota kelas.</p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong>Memberikan pujian pada kemajuan siswa</strong>&nbsp;juga membantu siswa merasakan keberhasilan dalam kegiatan pembelajaran yang dijalani. Seringkali guru sebagai pengajar memiliki ekspektasi terkait pencapaian siswa. Berfokus pada kemajuan yang telah diraih siswa dan perlahan memotivasi hal-hal yang perlu ditingkatkan mungkin bisa menjadi jalan tengah agar siswa tidak merasakan tekanan berlebih dalam belajar. Sehingga secara perlahan optimisme dalam kegiatan belajar juga akan tumbuh.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Kelas yang bahagia bukan berarti kelas yang mengesampingkan aspek akademik siswa. Namun, kelas bahagia diciptakan sebagai wadah <strong>mempromosikan kerja keras dalam belajar beserta persepsi positif terhadap kegiatan belajar itu sendiri.</strong>&nbsp;Kelas yang bahagia adalah kelas yang berusaha memberikan kesempatan bagi siswa untuk menjadi pribadi yang lebih percaya diri serta mandiri. Sehingga <strong>komunikasi yang ideal </strong>dan memberikan <strong>kesempatan siswa dalam memilih</strong>&nbsp;hal-hal terkait proses pembelajarannya sangat perlu untuk diberikan.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
