<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>tips belajar anak &#8211; HomeSchooling Sekolahku &#8211; HomeSchooling Terbaik di Depok, Jawa Barat &#8211; Indonesia</title>
	<atom:link href="https://sekolahku.sch.id/tag/tips-belajar-anak/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://sekolahku.sch.id</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 14 Sep 2021 15:15:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://sekolahku.sch.id/wp-content/uploads/2024/08/cropped-sekolahku-favicon-32x32.png</url>
	<title>tips belajar anak &#8211; HomeSchooling Sekolahku &#8211; HomeSchooling Terbaik di Depok, Jawa Barat &#8211; Indonesia</title>
	<link>https://sekolahku.sch.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Tips Ajak Anak Menulis</title>
		<link>https://sekolahku.sch.id/2021/09/13/tips-ajak-anak-menulis/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[HSSekolahku]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 Sep 2021 07:14:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[anak menulis]]></category>
		<category><![CDATA[autistik]]></category>
		<category><![CDATA[tips belajar anak]]></category>
		<category><![CDATA[tips menulis anak]]></category>
		<category><![CDATA[tips parenting]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sekolahku.sch.id/?p=637</guid>

					<description><![CDATA[Penyusun : Laela Rose Octaviani, S.Pd Menulis memerlukan konsentrasi dan koordinasi antara jari tangan, pikiran dan mata. Pada umumunya, anak-anak di masa taman kanak-kanak melakukan latihan menulis dengan melemaskan jari dan merangsang jari-jari tangan melalui meremas, merobek, memegang benda pipih, memegang mainan, dan lainnya hingga pada tahapan mencoret-coret pada kertas kosong, lalu mengikuti garis dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph">Penyusun : Laela Rose Octaviani, S.Pd</p>



<p class="wp-block-paragraph">Menulis memerlukan konsentrasi dan koordinasi antara jari tangan, pikiran dan mata. Pada umumunya, anak-anak di masa taman kanak-kanak melakukan latihan menulis dengan melemaskan jari dan merangsang jari-jari tangan melalui meremas, merobek, memegang benda pipih, memegang mainan, dan lainnya hingga pada tahapan mencoret-coret pada kertas kosong, lalu mengikuti garis dan bentuknya dan lain-lain. Lalu untuk anak autistik, apa yang harus dilakukan sebagai bentuk latihan menulis?</p>



<p class="wp-block-paragraph">Banyak sekali anak-anak autistik yang tidak mau atau belum bisa untuk menulis. Ada juga anak yang baru melihat pensil saja menangis. Ada juga anak yang maunya hanya menggunakan pensil untuk menggambar, ketika menulis huruf atau angka tidak mau. Ada beberapa langkah yang dapat diguanakan sebagai latihan menulis.</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Melihat video</li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Berikanlah contoh video yang menarik yang dimana isinya berisi penulisan huruf, cerita huruf dan lainnya. Sehingga anak akan dilatih melihat bentuk-bentuk huruf.</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Membuat huruf pada objek yang menarik</li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Misalnya pada kumpulan water beads, lalu kita buat bentuk huruf menggunakan kuas, nantinya akan terlihat huruf tersebut yang diselimuti oleh water beads.</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Membentuk huruf dengan cetakan</li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan menggunakan cetakan, hal ini memudahkan anak dalam membuat dan menulis huruf-huruf dasar, sehingga hal ini menjadi latihan anak dan ketika dilakukan secara terus menerus diharapkan anak sudah bisa menuliskannya tanpa menggunakan cetakan.</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Media yang disukai</li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Banyak media yang dapat digunakan dalam menulis, seperti papan tulis, buku, dan lainnya. Berikanlah pilihan tersebut kepada anak, bagaimana dia nyaman untuk menulis dan tekunilah. Jika pada satu media sudah dirasa sangat memuaskan, coba kenalkan media yang lain.</p>



<p class="wp-block-paragraph">Tidak ada sesuatu yang instan, bahkan banyak perubahan yang membutuhkan waktu yang lama. Tetapi janganlah melihat bahwa waktu yang lama itu tidak berguna karena hasil yang belum maksimal, tetapi lihatlah bahwa proses tidak akan mengkhianati hasil. Jika dibandingkan dengan awal sebelum proses, maka hasil yang sedikit pun menjadi bermakna.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Strategi Untuk Meningkatkan Konsentrasi Siswa</title>
		<link>https://sekolahku.sch.id/2021/07/19/strategi-untuk-meningkatkan-konsentrasi-siswa/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[HSSekolahku]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2021 04:07:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[#dirumahaja]]></category>
		<category><![CDATA[anak-anak]]></category>
		<category><![CDATA[belajar]]></category>
		<category><![CDATA[belajar di rumah aja]]></category>
		<category><![CDATA[child education]]></category>
		<category><![CDATA[guru]]></category>
		<category><![CDATA[konsentrasi anak]]></category>
		<category><![CDATA[konsentrasi belajar]]></category>
		<category><![CDATA[masalah anak]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan anak]]></category>
		<category><![CDATA[perkembangan anak]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi anak]]></category>
		<category><![CDATA[saran belajar anak]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah anak]]></category>
		<category><![CDATA[siswa]]></category>
		<category><![CDATA[tips belajar anak]]></category>
		<category><![CDATA[zoom]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://sekolahku.sch.id/?p=587</guid>

					<description><![CDATA[Penyusun : Imarotul Masiroh S.Psi Beberapa anak mungkin mengalami hambatan dalam memusatkan perhatian. Khususnya pada kegiatan belajar atau aktivitas yang &#160;mungkin mereka kurang minati atau dianggap terlalu sulit. Sebaliknya, saat dihadapkan pada aktivitas yang mereka sukai dan menantang anak-anak cenderung akan lebih mudah memusatkan perhatian. Berikut ini beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk membantu siswa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p class="wp-block-paragraph"><strong>Penyusun : Imarotul Masiroh S.Psi</strong></p>



<p class="wp-block-paragraph"><strong></strong><strong> </strong>Beberapa anak mungkin mengalami hambatan dalam memusatkan perhatian. Khususnya pada kegiatan belajar atau aktivitas yang &nbsp;mungkin mereka kurang minati atau dianggap terlalu sulit. Sebaliknya, saat dihadapkan pada aktivitas yang mereka sukai dan menantang anak-anak cenderung akan lebih mudah memusatkan perhatian. Berikut ini beberapa strategi yang dapat diterapkan untuk membantu siswa untuk lebih fokus.</p>



<ul class="wp-block-list" type="1"><li><strong>Melibatkan <em><strong><em>Physical Activity</em></strong></em></strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Aktivitas fisik sederhana bisa diberikan sebelum kegiatan belajar yang membutuhkan siswa untuk memusatkan perhatian secara penuh<em>. &nbsp;Ice breaking</em>, senam, berjalan-jalan di sekitar rumah bisa menjadi beberapa contoh aktivitas yang bisa dipraktikkan.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Hilangkan distraktor</strong><strong></strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Rentang waktu konsentrasi anak memang bervariasi. Tidak selamanya usia dapat menjadi acuan. Masing-masing anak juga mungkin memiliki distraktor yang berbeda. Sehingga menciptakan lingkungan yang tenang dan tidak menempatkan barang yang mungkin akan menarik perhatian mereka seperti <em>gadget</em>&nbsp;dan benda favorit perlu untuk dilakukan.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Membagi materi pelajaran atau tugas menjadi beberapa bagian</strong><strong></strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Memecah materi pelajaran dan tugas menjadi beberapa bagian, akan membantu anak-anak untuk fokus pada area yang lebih kecil sehingga memotivasi mereka untuk terlibat secara penuh. Terkadang anak-anak tidak menyampaikan jika mereka kewalahan dengan materi pelajaran yang diberikan. Sehingga perlu dilakukan observasi yang mendalam untuk mengetahui sejauh mana mereka dapat belajar dengan optimal.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Memberikan waktu istirahat secara berkala</strong><strong></strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Dengan memahami rentang konsentrasi siswa, strategi memberikan waktu istirahat secara berkala dapat diberikan dengan jauh lebih tepat. Menginformasikan berapa lama kegiatan belajar akan berlangsung akan membantu siswa mengetahui tentang batasan waktu mereka untuk fokus. Jeda di antara pelajaran dapat diisi dengan <em>snack time </em>atau <em>mini games</em>.</p>



<ul class="wp-block-list"><li><strong>Memahami gaya belajar siswa</strong><strong></strong></li></ul>



<p class="wp-block-paragraph">Saat siswa diberikan cara pembelajaran yang sesuai dengan gaya belajarnya, akan membantu mereka lebih tertarik dengan kegiatan belajar sehingga dapat menyerap informasi yang disampaikan dengan lebih baik.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
