Screen Time, Kualitas Tidur dan Kaitannya dengan Belajar

pic: unsplash

Pada era school from home (SFH) dimana proses belajar dilakukan secara daring, terjadi peningkatan screen time bagi para siswa. Kondisi ini perlu mendapat perhatian khusus mengingat bahwa siswa juga akan kembali menggunakan smartphone atau perangkat elektronik lainnya di luar kelas daring.

Seperti dikutip dari sleepfoundation.org, screen time yang dilakukan sepanjang hari dihubungkan dengan insomnia dan gejala- gejala depresi pada remaja.  Lebih lanjut dijelaskan bahwa semakin banyak waktu yang dihabiskan oleh remaja dengan perangkat elektronik khususnya pada malam hari, maka semakin menghambat pengeluaran hormon melatonin yang berperan dalam siklus tidur.

Tidur adalah salah satu proses mengembalikan kesiapan tubuh untuk kembali menjalani aktivitas. Jika seseorang mengalami gangguan tidur, maka tidak menutup kemungkinan akan mengganggu rutinitas harian termasuk salah satunya adalah kegiatan belajar. Proses belajar melibatkan berbagai aktivitas kognitif seperti atensi, memori, dan kreativitas tentunya membutuhkan kondisi fisik yang prima. Sehingga perlu dilakukan strategi-strategi tertentu agar selama SFH, para siswa tetap mendapatkan tidur yang berkualitas. Diantaranya adalah:

  1. Hindari screen time sebelum tidur

Sebagaimana dijelaskan di atas, screen time akan menghambat pengeluaran hormon yang mengatur proses tidur. Sehingga pemberian jeda antara jam tidur dan screen time akan mencegah tubuh mengalami kesulitan tidur. Untuk pengerjaan tugas yang membutuhkan screen time, dapat diusahakan untuk selesai pada sore hari. Kegiatan menjelang tidur dapat diganti dengan mengobrol bersama atau membaca buku.

2. Membiasakan pola makan dan tidur teratur

Membiasakan tidur dan bangun di waktu yang sama akan membantu anak-anak untuk memiliki pola tidur yang teratur. Dikutip dari sleepfoundation.org, pola tidur yang tidak teratur akan mengganggu ritme sirkadian seseorang. Ritme sirkadian adalah siklus 24 jam berkaitan dengan waktu tidur dan bangun. Ritme sirkadian yang terganggu salah satunya dapat menyebabkan seseorang susah memusatkan perhatian. Demikian juga dengan pola makan. Anak dengan pola makan yang sehat dan bergizi tentu akan lebih bisa berkonsentrasi saat belajar.

3. Ciptakan lingkungan tidur yang nyaman

Seringkali kesulitan tidur juga disebabkan oleh lingkungan yang kurang kondusif. Menciptakan ruangan yang sedikit penggunaan cahaya lampu, tenang dan juga bersih dapat membantu tubuh merasa rileks. Mengurangi penempatan perangkat elektronik di kamar serta tidak menggunakan tempat tidur untuk aktivitas lain dapat menjadi alternatif dalam menciptakan lingkungan tidur yang nyaman.

4. Tidak tidur terlalu lama saat siang hari dan weekend

Tidur siang memang akan membantu tubuh istirahat sejenak untuk kembali melanjutkan aktivitas. Namun, jika terlalu lama akan mengganggu ritme tidur malam. Siswa yang mengalami kekurangan tidur pada weekday biasanya akan mengganti waktu tidurnya di weekend.  Namun, tidur di weekend juga akan mengganggu ritme tidur jika berlebihan

Penulis: Imarotul Masiroh, S.Psi

Add comment


This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

The reCAPTCHA verification period has expired. Please reload the page.