Liburan panjang seringkali mengubah rutinitas anak. Ada yang jadi tidur lebih malam, aktivitasnya lebih bebas atau bahkan kehilangan struktur harian. Ketika sekolah kembali dimulai, banyak anak mengalami semacam kejutan tapi untuk anak-anak berkebutuhan khusus, transisi ini bisa memiliki dampak yang lebih besar.
Perubahan rutinitas, lingkungan dan ekspektasi bisa memicu stress, kecemasan bahkan penolakan. Beberapa anak mungkin tidak bisa mengungkapkan perasaan mereka secara jelas tapi kita bisa melihat sinyalnya dai perubahan perilaku, suasana hati dan reaksi fisik mereka.
Jadi kita tidak bisa anggap remeh awal masuk sekolah ini. Kita perlu bantu mereka beradaptasi secara perlahan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masing-masing.
Pembiasaan harus tetap dilaksanakan dan diterapkan kepada anak, tentu saja dimulai dari orang tua yang memegang peran besar dirumah. Peran ini sungguh sangat krusial bagi anak berkebutuhan khusus dalam menghadapi masa transisinya. Berikut adalah beberapa beberapa peran yang dilakukan orang tua dirumah :
- Mulailah dengan membangun kembali rutinitas sederhana.
Rutinitas sederhana ini dapat dimulai dengan waktu 1 minggu sebelum aktivitas bersekolah dimulai misalnya dengan mengatur jam tidur, jam makan dan waktu belajar dirumah yang perlahan-lahan disesuaikan dengan kebutuhan anak.
- Libatkan anak dalam mempersiapkan sekolahnya.
Memberi peran pada anak untuk tugas yang sistematis dan pasti dibutuhkan olehnya juga merupakan cara yang bisa dilakukan orang tua. Misalnya minta memeriksa kembali tas sekolahnya, minta ia ikut menyampul bukunya atau minta anak untuk membersihkan sepatunya.
- Beri dukungan emosional
Validasi rasa takut, malas atau cemas pada anak dengan tepat. Ini sangat dibutuhkan untuk memberikan rasa penerimaan dalam dirinya. Selain itu, ini juga menunjukkan bahwa kamu mengerti akan keadaannya dan siap membantu.
- Berikan penguatan positif
Cara termudah dalam menunjukan perhatian kepada anak berkebutuhan khusus adalah dengan memberikan apresiasi kepada mereka. Penguatan dengan pujian adalah apresiasi yang sangat mungkin diterapkan oleh orang tua dan keluarga terdekat si anak.
Setelah peran orang tua dirumah, maka guru di sekolah juga memegang peran penting dalam memberikan motivasi pada anak berkebutuhan khusus dalam mencapai keadaan terbaiknya menghadapi dunia persekolahan lagi, beberapa hal yang dapat dilakukan oleh guru adalah :
- Awali dengan observasi dan pendekatan yang lembut, bukan dengan tuntutan yang tinggi
- Buat suasana kelas yang terstruktur dan fleksibel agar anak anak bisa perlahan menyesuaikan diri
- Komunikasikan dengan orang tua tentang kondisi anak selama libur dan perhatikan perubahan yang muncul
- Sediakan aktivitas yang menyenangkan dan ringan pada minggu awal sekolah sebelum ia memasuki rutinitas nya yang padat
Kesimpulan
Setiap anak punya cara dan waktu yang berbeda dalam beradaptasi dengan berbagai situasi dan keadaan. Untuk anak anak berkebutuhan khusus, waktu dan dukungan yang dibutuhkan mungkin lebih besar dan itu adalah hal yang sangat wajar. Tujuan utama dalam menerima dan mengikuti Pendidikan di sekolah juga adalah meningkatkan kemampuan diri dalam menghadapi situasi sekitar, jadi hubungan antar sekolah dan orang tua juga dapat menciptakan ruang yang bisa dipahami, dirasakan dan diikuti oleh semua anak dengan cara mereka masing-masing.
Dory Agustia Rantawi, S.Pd


